Ilustrasi uang tunai rupiah. (Rahmatullah/JIBI/Bisnis) Ilustrasi (JIBI/Bisnis/Dok)
Senin, 25 April 2016 11:55 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

JAMINAN SIMPANAN
Sudah 8 Tahun, Nilai Premi LPS Belum Berubah

Jaminan simpanan di LPS, nilai premi masih belum berubah delapan tahun terakhir

Solopos.com, JOGJA-Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tetap menunggu pemerintah terkait penaikan premi. Saat ini nilai premi masih 0,2% dan nilai penjaminan Rp2 miliar per nasabah per bank.

“Semua hal terkait premi dan nilai penjaminan keputusannya ada di pemerintah. LPS tinggal menjalankan,” kata Corporate Secretary LPS Samsu Adi Nugroho saat ditemui wartawan di Perpustakaan Universitas Gadjah Mada (UGM) pekan lalu.

Bahkan untuk menilai apakah nilai premi dan penjaminan ini perlu dinaikkan atau tidak, pihaknya mengaku bukan ranah LPS. Pihaknya hingga saat ini pun belum mengetahui apakah pemerintah akan melakukan perubahan untuk dua komponen ini atau tidak.

Dalam kurun waktu delapan tahun terakhir, nilai premi dan penjaminan memang belum pernah berubah. Nilai penjaminan sempat berubah dari Rp1 miliar per nasabah per bank menjadi Rp500 juta, kemudian turun menjadi Rp100 juta, dan terakhir pada 2008 naik menjadi Rp2 miliar hingga saat ini.

Namun, lanjut Adi, kenaikan nilai penjaminan saat itu tidak disertai dengan kenaikan premi. Artinya, kata dia, umur penjaminan sudah sangat lama. Namun hal itu bukan berarti mendorong pemerintah untuk segera menaikkan premi karena LPS tidak berwenang dalam hal itu.

Isu penaikan premi sempat mendapat tanggapan miring dari kalangan perbankan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Bank umum maupun Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menilai kenaikan premi hanya akan memberatkan bank.

Ketua Perhimpunan BPR Indonesia (BPR) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ascar Setiyono menyampaikan, penaikan premi penjaminan hanya akan meningkatkan biaya yang dikeluarkan bank, padahal menurutnya premi penjaminan selama ini cukup berat.

“Premi naik, jelas dananya akan naik padahal kami juga masih menanggung iuran-iuran lainnya,” paparnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…