Wali kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo (kanan), memberikan ijazah yang sempat tertahan sekolah kepada siswa lulusan SMK di Balai Tawangarum, kompleks Balai Kota Solo, Kamis (21/4/2016). Pemkot Solo membantu pengeluaran 90 ijazah siswa kurang mampu yang sempat tertahan di SMA atau SMK negeri dan swasta se-Kota Solo. (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)
Senin, 25 April 2016 19:15 WIB Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos Pendidikan Share :

IJAZAH DITAHAN
MKKS SMK Pastikan Pengambilan Ijazah SMK Negeri Tanpa Syarat

Ijazah ditahan, MKKS SMK negeri memastikan pengambilan ijazah tanpa syarat.

Solopos.com, SOLO–Pengambilan ijazah siswa sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) di Kota Solo oleh orang tua maupun siswa dipastikan tanpa syarat.

Hal itu ditegaskan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kota Solo, Suratno, ketika dihubungi Solopos.com, Senin (25/4/2016).

Sebagaimana diketahui, hingga saat ini masih ada ratusan ijazah lulusan SMA/SMK yang tertahan di sekolah karena sejumlah faktor. Belum lama ini Wali Kota Solo, Hadi Rudyatmo menebus sebanyak 90 ijazah siswa yang masih tertahan di sekolah, dengan menggunakan uang pribadinya.

Suratno mengakui untuk SMKN di Kota Solo, masih banyak ijazah lulusan yang belum diambil oleh yang bersangkutan atau orang tua mereka. Suratno menyatakan, semua SMKN akan melayani pengambilan ijazah-ijazah tersebut tanpa syarat.

“Kecuali untuk siswa yang belum melakukan cap tiga jari, tentu saja harus datang sendiri untuk melakukan cap tiga jari. Kan tidak mungkin hal itu dilakukan orang lain,” tegas Suratno.

Jika orang tua yang mengambil, lanjutnya, diminta membawa kartu identitas diri. Dia menjelaskan hal itu bukan berarti sekolah mempersulit, melainkan sebagai bentuk kehati-hatian mengingat ijazah merupakan dokumen penting.

“Pada prinsipnya sekolah tidak akan mempersulit. Bagi yang ingin mengambil ijazah kami persilakan dan khusus untuk SMKN, memang telah menyiapkan pelayanan untuk itu,” tambahnya.

Ditemui terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo, Unggul Sudarmo, membenarkan bahwa pengambilan ijazah oleh siswa maupun orang tua bisa dilakukan tanpa syarat tertentu.

“Tapi untuk yang belum cap tiga jari, ya harus datang sendiri untuk cap tiga jari,” kata Unggul.

Menurut Unggul, sejauh ini sekolah-sekolah khususnya SMA/SMK negeri sudah menyosialisasikan tentang pengambilan ijazah tersebut kepada masyarakat. Mayoritas ijazah yang saat ini belum diambil adalah ijazah lulusan yang berasal dari luar Solo.

“Sekolah sudah umumkan, tapi ya saat ini menunggu yang akan mengambil dan siap melayani pengambilan ijazah tersebut,” jelas dia.

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…