Penari dari ISI Solo menampilkan Tari Lengger Banyumas saat acara bertajuk 24 Jam Menari Menyemai Rasa Semesta Raga di area car free day (CFD), Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (24/4/2016). Pertunjukan tari tersebut bagian dari acara pre-event Solo 24 Jam Menari yang akan digelar pada tanggal 28 dan 29 April mendatang. (Ahmad Fauzan/JIBI/Solopos)
Senin, 25 April 2016 14:23 WIB Kharisma Dhita Retnosari/JIBI/Solopos Issue Share :

HARI TARI SEDUNIA
6.000 Penari Ajak Pengunjung “Berkeliling Dunia” dengan Tarian

Hari Tari Sedunia diperingati dengan pergelaran Solo 24 Jam Menari.

Solopos.com, SOLO – Belasan orang penari berpakaian ala koboy, lengkap dengan sepatu boot, kemeja flannel kotak-kotak, celana panjang jeans dan topi lebar membawa ratusan orang pengunjung car free day (CFD) di seputaran simpang empat Ngarsopuro pada Minggu (24/4) pagi ke Texas, Amerika Serikat. Sesekali mereka melompat, mengangkat dan memainkan topi ke atas dengan gerakan memutar. Ini adalah Texas Dance.

Tak lama kemudian, sekelompok penari berpakaian harajuku menggiring pengunjung ke Jepang, lalu Sumatera, demikian seterusnya, berkeliling dunia hingga akhirnya berujung kembali ke tanah Jawa, yang direpresentasikan dengan pertunjukan tari Reog oleh sejumlah penari cilik.

Ya, berkeliling dunia. Setidaknya seperti itulah gambaran Solo 24 Jam Menari yang akan berlangsung di Kota Solo pada Kamis-Jumat (28-29/4) mendatang. Solo 24 Jam Menari secara tidak langsung akan menjadi miniatur selebrasi perayaan Hari Tari Dunia yang jatuh pada 29 April. Sebanyak kurang lebih 250 delegasi komunitas tari akan mempersembahkan ragam tari yang tak hanya merepresentasikan wilayah masing-masing, namun juga sejumlah negara yang ada di dunia.

Ilustrasi itu tersaji dalam rangkaian pra event Solo 24 Jam Menari yang digelar pada Minggu pagi tersebut. Di antara ratusan orang yang lalu lalang, puluhan orang penari bergerak mengentak, menari dalam iringan musik dan kostum yang berganti-ganti. Mulai dari Texas Dance, Harajuku dance, Serampang Duabelas, Hiphop dance, tarian kontemporer Tubuh yang Bersembunyi, Country dance, dan gerak tari Dadak Merak Reog.

Menambah semarak suasana, selama dua hari tersebut akan ada tambahan sajian pameran foto tari-tarian dan juga pemutaran film seputar tari di seputaran venue Institut Seni Indonesia (ISI) Solo.

Petugas panitia Solo 24 Jam Menari, Putri Pramesti Wigaringtyas mengatakan opening acara pada Kamis (28/4/2016) mendatang akan menghadirkan tari tradisi Nusantara.

“Untuk penampilan komunitas kebetulan banyak anak ISI Solo yang merupakan pendatang. Ada yang dari Banyumas, Kalimantan, Sumbawa, dan masih banyak lagi. Mereka ini akan membawa tari tradisi dari wilayahnya masing-masing sebagai pembuka,” ujar dia, Minggu (24/4/2016).

Tak hanya itu, atas dasar pertimbangan jumlah peserta, panitia memutuskan untuk menambah durasi menjadi sekitar 36 jam. Ya, kurang lebih sekitar 6.000 an orang penari yang terlibat dalam pergelaran Solo Menari 24 Jam 2016 akan menari hingga Sabtu (30/4/2016) dini hari. Kendati demikian, kedua penari yang akan menari full 24 jam tetap menari selama 24 jam.

Lepas pukul 16.00 WIB di hari kedua, Jumat (29/4/2016), acara akan berlanjut dengan penampilan penari-penari peserta secara estafet hingga dini hari.

 

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…