Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (12/4/2016). Gubernur DKI yang akrab disapa Ahok tersebut memenuhi panggilan KPK untuk dimintai keterangan terkait penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan RS Sumber Waras.(JIBI/Solopos/Antara/Hafidz Mubarak A/dok) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (12/4/2016). Gubernur DKI yang akrab disapa Ahok tersebut memenuhi panggilan KPK untuk dimintai keterangan terkait penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan RS Sumber Waras.(JIBI/Solopos/Antara/Hafidz Mubarak A/dok)
Senin, 25 April 2016 15:00 WIB Asteria Desi Kartika Sari/JIBI/Bisnis Peristiwa Share :

BANJIR JAKARTA
Tuding Rustam Effendi Sekongkol Yusril, Ahok: Saya Bercanda

Banjir Jakarta kembali berbuntut kemarahan Ahok. Tapi ucapannya bahwa Wali Kota Jakarta Utara bersekongkol dengan Yusril jadi kontroversi baru.

Solopos.com, JAKARTA — Wali Kota Jakarta Utara Rustam Efendi Sabtu (23/4/2016) lalu sudah menyampaikan kekecewaannya terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Hal itu lantaran Ahok menudingnya bersekongkol dengan bakal calon gubernur DKI Jakarta Yusril Ihzal Mahendra.

Dalama rapat penanggulangan banjir pada Jumat (22/4/2016) pekan lalu, Ahok sempat marah kepada Rustam karena dianggap tak bisa mengatasi banjir di Jakarta Utara. Dalam rapat pascabanjir, Ahok mempertanyakan kenapa air tidak dipompa ke Waduk Pluit atau Pasar Ikan.

Merasa kecewa, akhirnya Rustam menuliskan kekecewaannya itu melalui status di akun Facebook pada Sabtu lalu. Menaggapi hal tersebut, Ahok mengaku hanya bercanda saat mengungkapkan hal tersebut pada Rustam.

“Saya bercanda kok di situ. Saya juga tahu dia enggak ada hubungan sama Yusril. Saya cuma ledekin dia,” ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (25/4/2016).

Ajok mengaku merasa dibohongi lantaran Rustam menyebutkan air laut masuk hingga menyebabkan banjir. Padahal air laut saat itu tidak dalam kondisi pasang. “Aku ledekin jangan-jangan sekongkol sama Yusril nih. Langsung dia enggak Pak, enggak. Ya emang enggak, saya pikir dia juga ngerti kami bercanda,” katanya.

LOWONGAN PEKERJAAN
Shunda Plafon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Populisme APBN 2018

Gagasan ini ini dimuat Harian Solopso edisi Rabu (15/11/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Pemerintah dan DPR telah menyepakati RAPBN 2018 menjadi APBN 2018. Beberapa…