Tugu Pagoda yang terletak di pertigaan Jl. Perwakilan, Wates menjadi salah satu tempat beristirahat di siang hari bagi warga. Tugu merupakan vagar budaya yang merupakan peninggalan zaman kolonial sejak 1931. (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja) Tugu Pagoda yang terletak di pertigaan Jl. Perwakilan, Wates menjadi salah satu tempat beristirahat di siang hari bagi warga. Tugu merupakan vagar budaya yang merupakan peninggalan zaman kolonial sejak 1931. (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
Minggu, 24 April 2016 12:20 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

WISATA KULONPROGO
Begini Sejarah Tugu Wates

Wisata Kulonprogo mengenai pembangunan Tugu di pertigaan Jalan Perwakilan.

Solopos.com, KULONPROGO– Sebuah tugu berbentuk pagoda yang terletak di pertigaan Jl. Perwakilan, Wates, Kulonprogo ini berdiri sejak tahun 1931. Tugu ini merupakan bukti rasa terima kasih dari etnis Tionghoa kepada Paku Alam VII.

Bangunan setinggi 3 meter berbentuk pagoda berwarna hijau dan sapuan warna kuning tersebut dinangungi pepohonan rindang. Terdapat pula sejumlah rumput dan bangku yang memungkinkan pengendara dan pejalan kaki duduk di sana.

Pada bagian dasar tugu pagoda yang berbentuk kubus dengan lebar masing-masing sisinya sebesar 1 meter. Pada salah satu sisi terdapat prasasti bertulisan Bahasa Indonesia dengan ejaan lama. Sedangkan di sisi yang lainnya terdapat tulisan dengan aksara Cina. Di bagian tas kubus tersebut kemudian berbentuk kerucut meningkat hingga delapan tingkat.

Berdasarkan tulisan di prasasti tersebut, tugu ini merupakan ucapan terima kasih karena etnis tionghoa diberikan tempat untuk bermukim dan berkarya di wilayah Wates oleh Pura Pakualaman dan Pemerintahan Adhikarta.

“Ucapakan terima kasih kepada Paku Alam VII sampai akhirnya ada geger pecinan di Wates,”ujar Singgih Prabowo, Kepala Bidang Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kulonprogo, pada Harian Jogja, Jumat(22/4/2016).

Meski terkesan sederhana, tugu ini merupakan salah salah satu peningggalan kenangan kolektif zaman colonial di Kota Wates. Keberadaan tugu ini sejajar dengan sembilan bangunan colonial lainnya yakni gedung pegadaian, stasiun kereta api, kawasan rumah di Jogoyudan-Mutihan, Wakapan dan depan Pasar Wates, Kantor Panwaslu, SD Percobaan, Media Centre, Bangunan Polres Kulonprogo lama, dan Bale Agung.

Singgih menguraikan bahwa Tugu Pagoda ini masuk dalam warisan budaya yang dilindungi dan diperlakukan sebagaimana bangunan cagar budaya sejak tahun 2010 silam. Meski demikian, Disbud sendiri baru akan melakukan penganggaran untuk perwatan tugu ini pada 2017 mendatang.

Tugu ini sendiri masuk dalam jalur yang akan dibongkar guna membangun Ruang Terbuka Hijau di area Jl. Perwakilan. Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kulonprogo Nurcahyo Budi Wibowo menjelaskan bahwa nantinya dari arah Watulunyu atau Jalan Sugiman, jalan akan lurus ke barat dan dibangun taman sebagai penghijauan. Hanya saja Tugu Pagoda tersebut tetap akan berada di posisinya sebelumnya karena merupakan salah satu cagar budaya.

“Tugu itu tidak boleh dipindahkan,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
Accounting, Adminidtrasi, Designer Graphis, Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL DP Murah, Angsuran Ringan! Nego sampai OKE! Yuni – 08562998806 (A00844092017) Terios…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH STRG…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Sekolah Pagesangan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (22/9/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Minggu pagi (17/9) lalu Rumah Banjarsari di kawasan Monumen ’45 Banjarsari, Kota…