Anggota TNI dan masyarakat saat melakukan pembangunan fondasi dalam kegiatan Pra TMMD yang berlangsung di Dusun Citran, Jagalan, Banguntapan, Bantul, Jumat (22/4/2016). Dalam perencanaan kegiatan TMMD ini akan membangun talut dan membuat jalan alternatif bagi warga setempat. (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja) Anggota TNI dan masyarakat saat melakukan pembangunan fondasi dalam kegiatan Pra TMMD yang berlangsung di Dusun Citran, Jagalan, Banguntapan, Bantul, Jumat (22/4/2016). Dalam perencanaan kegiatan TMMD ini akan membangun talut dan membuat jalan alternatif bagi warga setempat. (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Minggu, 24 April 2016 13:20 WIB Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

TNI AD
TMMD Bangun Talut & Ruas Jalan

TNI AD terus mendukung percepatan pembangunan.

Solopos.com, BANGUNTAPAN– TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sudah memulai pembangunan fondasi talut di tebing setinggi tujuh meter yang terletak di Dusun Citran, Jagalan, Banguntapan, Bantul meski kegiatan ini belum resmi dibuka.

Komandan Rayon Militer (Danramil) Banguntapan, Kapten (Arm) Suyadi menegaskan, TMMD ini merupakan bagian tugas dari TNI untuk turut mendukung program percepatan pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah setempat.

“Dalam TMMD kali ini rencana akan membangun talut untuk tebing sepanjang 80 meter, dengan ketinggian tujuh meter dan lebar 110 centimeter, serta akan dibangun juga jalan tembusan sesuai dengan keinginan masyarakat sekitar yang masih belum memiliki jalur untuk kendaraan yang panjangnya mencapai 35 meter,” tegas Suyadi, Jumat (22/4/2016).

Dengan adanya kegiatan ini nantinya akan terbentuk kemanunggalan antara TNI bersama rakyat, karena dalam pelaksanaannya para prajurit juga melibatkan masyarakat sekitar dalam proses pembangunannya.

“Melalui program ini diharapkan dapat menjadi wadah aspirasi dan kepentingan dari masyarakat. TMMD juga akan selalu melibatkan berbagai instansi dan masyarakat sebagai pelaku dan pengguna hasil TMMD, agar sama-sama memiliki rasa gotong royong dalam proses pembangunannya juga,” ujarnya.

Kepala Seksi Pemerintahan Desa Jagalan Muhammad Arif Indarwanto mengatakan, pembangunan talud dirasa penting karena memang di wilayah tersebut ada tebing yang sangat rawan sekali dengan longsor.

“Sebenarnya itu tinggal meneruskan, di tebing itu sudah separuhnya dibuat talud, selain itu pambangunan talud juga untuk mengantisipasi datangnya musim hujan yang masih sering terjadi karena didepan tebing langsung berhadapan langsung dengan Sungai Gajah Wong,” ujarnya.

TMMD yang akan secara resmi dibuka pada 3 Mei 2016 tersebut akan diikuti oleh 50 anggota personil gabungan dari Kodim 0729/Bantul dan bantuan dari Polres Bantul serta masyarakat sekitar.

“Setelah resmi dibuka, pembangunan ini akan dikerjakan dalam waktu 21 hari. Harapanya dengan rasa gotong royong semua pihak proyek ini akan cepat selesai,” ujar Suyadi.

Ia menambahkan jika ada biaya lagi Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi maka kegiatan pembangunan akan meluas hingga program jambanisasi dan juga lantainisasi.

“Harapannya jika Program Pemkab masih belum dapat tersalur dengan baik, dengan TMMD akan lebih membantu untuk mempercepat pembangunan masyarakat pedesaan, sehingga masyarakat di Bantul akan lebih sejahtera lagi,” tegasnya.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…