Aksi Simpatik yang digelar KIP DIY (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja) Aksi Simpatik yang digelar KIP DIY (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)
Minggu, 24 April 2016 04:20 WIB Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Komisi Informasi Nilai DIY Terbuka, Tapi ..

Komisi informasi memiliki cara memperingati Hari Keterbukaan Informasi Nasional (HKIN) yang 30 April

Solopos.com, JOGJA— Komisi Informasi Provinsi (KPI) DIY mengajak masyarakat sadar akan hak mengakses informasi dari lembaga pemerintahan. Mereka menggelar aksi simpatik di kawasan Titik Nol Sabtu (23/4/2016).

Ketua KIP DIY Hazwan Iskandar Jaya mengatakan sosialisasi ini sekaligus menyambut Hari Keterbukaan Informasi Nasional (HKIN) yang 30 April mendatang. Lewat aksi ini dia berharap masyarakat semakin mengetahui bahwa mereka mrmiliki hak untuk tahu dan hak mengakses informasi yang berkaitan dengan program pemerintah.

“Pemerintah itu baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif, kenapa harus dibuka? Agar badan publik terutama yang melayani langsung masyarakat bisa mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” papar dia.

Hazwan menambahkan kondisi di DIY saat ini lembaga pemerintahan sudah cukup terbuka. Hanya saja budaya ewuh pekewuh masih kental dan orang masih enggan berkonflik untuk menuntut keterbukaan informasi.

“Padahal dengan keterbukaan informasi masyarakat bisa ikut mengawasi pemerintah, terutama soal anggaran untuk menghindari praktik KKN,” imbuh Hazwan.

Sementara Wakil Ketua DPRD DIY  Arif Noor Hartanto menuturkan setiap warga negara berhak mendapatkan informasi yang obyektif dan valid dari badan publik. Badan publik juga harus bisa menyampaikan informasi yang oenting bagi masyarakat.

“Keterbukaan informasi bukan ancaman, jadi saya meminta aeluruh lembaga publik untuk mulai membuka informasi publik bagi masyarakat,” kata dia.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…