Wakil Bupati Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha, tengah mencoba sepeda listrik konvesional hasil modifikasi siswa-siswa SMK Tarunatama yang digerakan dengan tenaga surya di halaman SMK Tarunatama, Sabtu (23/4/2016). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)
Minggu, 24 April 2016 12:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KISAH INSPIRATIF
Gunakan Tenaga Surya, Sekolah di Kabupaten Semarang Ini Deklarasikan Ramah Lingkungan

Kisah inspiratif dilakukan oleh guru dan siswa-siswa SMK Tarunatama, Getasan, Kabupaten Semarang.

Solopos.com, SALATIGA – Peringatan Hari Bumi Sedunia yang jatuh pada Jumat (22/4/2016), sepertinya tidak ada artinya jika tidak dibarengi dengan kegiatan maupun kampanye yang berisi ajakan untuk ramah lingkungan. Hal itu pula lah yang sepertinya menjadi alasan SMK Tarunatama, Getasan, Kabupaten Semarang, untuk mendeklarasikan diri sebagai sekolah energi terbaru dan ramah lingkungan.

Deklarasi sebagai sekolah dengan energi terbarukan dan ramah lingkungan atau renewable energy and ecofriendly school ini dilakukan SMK Tarunatama di lapangan sekolahnya, Sabtu (23/4/2016).

Bukan tanpa alasan jika SMK Tarunatama berani mendeklarasikan diri sebagai sekolah energi terbarukan dan ramah lingkungan. Alasannya tak lain karena sekolah itu berani menggunakan tenaga matahari sebagai penunjang proses belajar mengajarnya.

“Ada beberapa lokasi yang untuk menghidupkan listriknya menggunakan tenaga matahari, seperti lampu penerangan dan juga satu ruang guru. Total dari penggunaan listrik di seluruh sekolahan ini, yakni 10.000 watt, 12.00 watt di antaranya menggunakan tenaga matahari,” ujar Kepala SMK Tarunatama, Dhama Ady Saputra, saat dijumpai Semarangpos.com, di sela-sela acara, Sabtu.

Tak hanya itu, pemanfaatan tenaga matahari di sekolah itu juga diterapkan pada sepeda listrik konvensional milik sekolah itu. Sepeda listrik yang telah dimodifikasi itu pada bagian belakangnya dipasang lempengan solar cell sehingga tidak butuh listrik maupun bensin untuk menghidupkannya.

Selain memanfaatkan tenaga matahari untuk menghidupkan listik, sekolah itu mendaurulang lampu-lampu bekas yang sudah mati untuk dihidupkan kembali dan lebih hemat energi.

Biogas

Selain itu, sekolah itu juga memproduksi biogas yang dimanfaatkan sebagai penerangan, memasak, maupun pemupukan tanaman.

Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, yang hadir dalam acara deklaras itu, mengaku takjub dengan apa yang telah dilakukan guru maupun siswa-siswa SMK Tarunatama. Ia bahkan menilai bahwa SMK Tarunatama merupakan satu-satunya sekolah di Kabupaten Semarang yang mengaplikasikan penggunaan energi terbarukan dan ramah lingkungan.

“Semoga saja apa yang dilakukan SMK Taenrunatama ini bisa menjadi teladan bagi sekolah-sekolah lainnya. Ini sangat bagus dan ramah lingkungan. Apalagi mereka bisa memodifikasi produk-produk yang sebelumnya boros jadi lebih hemat,” ujar Ngesti.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…