Daffa Farros Oktoviarto dan neneknya, Murti. (Detik.com)
Minggu, 24 April 2016 06:30 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

BOCAH CEGAT PEMOTOR
Ketemu Ganjar, Daffa Siap Tak Ulangi Aksinya, Asal..

Bocah cegat pemotor Daffa Farros Oktoviarto berkesempatan jumpa Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Solopos.com, SEMARANG – Aksi Daffa Farros Oktoviarto, 9, asal Kalibanteng, Semarang, yang mencegat pengendara motor yang melintas di trotoar benar-benar mencuri perhatian publik. Tak hanya kalangan masyarakat umum, aksi Daffa juga menarik simpati para pejabat.

Terbukti setelah ditemui Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, atau yang akrab disapa Hendi, Rabu (20/4/2016), kini giliran Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, yang berjumpa dengan Daffa.

Bocah kelas IV SDN Kalibanteng, Kota Semarang, berkesempatan berjumpa Ganjar di Rumah Dinas Gubernur Jateng Puri Gedeh, Jumat (22/4/2016).

Dilansir situs resmi Pemprov Jateng di jatengprov.go.id, Daffa yang berkunjung ke rumah dinas orang nomor satu di jajaran Pemprov Jateng itu datang ditemani neneknya, Murti. Tanpa canggung, Daffa terlihat asyik berbincang dengan Ganjar.
Sambil sesekali menyeruput teh manis, putra kedua pasangan Dinar dan Yuri itu menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang diberikan oleh sang Gubernur.

Saat ditanya alasan melarang pengendara sepeda motor melintas di trotoar, Daffa menjelaskan  arus lalu lintas di trotoar dekat fly over Kalibanteng merupakan kawasan langganan macet. Kondisi itu lah yang membuat para pengendara sepeda motor nekat lewat trotoar yang semestinya diperuntukkan bagi pejalan kaki.

“Kalau saya cegat, mereka biasanya malah marah-marah. Awas-awas minggir, tak tabrak lho. Cah cilik kok kurang ajar,” ucapnya menirukan pengendara motor yang dicegatnya.

Meskipun kerap mendapat semprotan, nyali Daffa tidak ciut. Ia tetap berani menertibkan para pelanggar peraturan lalu lintas di kawasan Bundaran Kalibanteng. Bahkan jika polisi lalu lintas yang berjanji akan mengambil alih tugasnya sebagai pencegat pemotor tak melaksanakan tugas, ia pun akan kembali melakukan aksinya.

“Sekarang aku sudah nggak boleh mencegat mereka lagi [pengendara sepeda motor di trotoar], karena Pak Polisi yang akan jaga. Tapi kalau polisinya bohong ya tak lakoni lagi. Di situ ada pos tapi gak ada orangnya. Nggak tahu polisinya kemana,” bebernya.

Daffa mengaku sangat senang bisa bertemu gubernur. Sebab, selain diberi minum, makanan, dan disuruh memilih sendiri jajanan khas dari berbagai daerah yang tersimpan di dalam lemari kaca di pojok ruang tamu, dia juga mendapat lima buah buku berjudul “Ilmuwan Besar”. Wajah bocah itu semakin terlihat sangat gembira saat Gubernur memberikan sebuah miniatur kapal yang terpajang di teras rumah dinas.

Sementara itu, Ganjar menilai apa yang dilakukan Daffa berasal dari hati nuraninya. Ia melakukan apa yang dia mau, yakni pesan kepada masyarakat.

“Setidaknya ia sudah mencubit dan mencuri perhatian seluruh orang. Ada keinginan seorang Daffa dengan kepolosannya. Tertib dong, ini kan trotoar bukan jalan umum, kok lewat sini. Hari ini boleh tapi besok gak boleh lagi lewat sini,” kata Ganjar menirukan ucapan Daffa.

Gubernur menilai, kalimat yang disampaikan Daffa kepada para pengendara sepeda motor di trotoar itu sudah bijaksana, meskipun masih banyak yang mengabaikan. Ganjar berharap, aksi koboi Daffa yang menjadi viral di dunia maya itu, menjadi pesan moral kepada seluruh masyarakat agar menaati peraturan lalu lintas dan tertib di semua hal.

lowongan pekerjaan
BPR SAMI MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…