PKL Alkid (JIBI/Solopos/Dok) PKL Alkid (JIBI/Solopos/Dok)
Sabtu, 23 April 2016 17:00 WIB Ayu Abriyani K.P/JIBI/Solopos Solo Share :

PKL SOLO
PKL Alkid Tak Satu Suara Soal Sunday Market

PKL Solo, PKL Alkid belum satu suara terkait wacana relokasi PKL Sunday Market.

Solopos.com, SOLO–Rencana kepindahan para pedagang kaki lima (PKL) Sunday Market Manahan ke Alun-Alun Kidul (Alkid) bulan depan, menuai pro dan kontra berbagai pihak termasuk dari kalangan PKL Alkid.

Agus Santoso, 35, seorang penjual bakso bakar di Alkid menolak rencana kepindahan para PKL di Sunday Market. Ia mengkhawatirkan sejumlah hal di antaranya lalu lintas menjadi macet, banyaknya sampah, dan saling berebut tempat yang strategis.

“Saat ada acara Habib Syeh selama dua hari tiga malam saja, Alkid sudah penuh ribuan kendaraan dan macet. Sama halnya nanti kalau ada Sunday Market, jalanan juga bisa macet. Sebab akses jalan di Alkid tidak luas seperti di Manahan,” katanya saat ditemui Solopos.com, Sabtu (23/4/2016).

Saat ditanya apa takut kehilangan pasaran, Agus menyangkalnya. Ia percaya rezeki sudah diatur oleh Tuhan. Namun, menurutnya banyak PKL lain yang khawatir jika para PKL Sunday Market berjualan hingga sore atau bahkan malam hari, karena Alkid ramai dikunjungi mulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.

“Saya tidak takut kehilangan pasaran. Tapi, kalau PKL Sunday Market berjualan sampai sore karena ramai, kasihan PKL yang sudah lama di Alkid yang jumlahnya sekitar 200 PKL. Tempatnya tidak cukup. Selain itu, kalau mau memindahkan 1.000 PKL itu tidak mudah. Pembagian tempatnya harus adil dan fasilitas seperti listrik dan MCK juga harus terpenuhi,” ujarnya yang sudah tiga tahun berjualan makanan di Alkid. Ia menyatakan lebih baik PKL Sunday Market tetap di Manahan tetapi ditata rapi.

Sugeng, 38, seorang penjual es jus juga menolak rencana itu karena tempatnya terbatas sehingga pengunjung akan kesulitan  memarkirkan kendarannya. Selain itu, ia juga khawatir para PKL saling berebut tempat untuk memilih yang strategis.

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….