Warga mencoba menyalakan api di dekat sumur gas di Sambi, Boyolali, (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos) Warga mencoba menyalakan api di dekat sumur gas di Sambi, Boyolali, (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos)
Sabtu, 23 April 2016 17:30 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Boyolali Share :

PENEMUAN GAS BOYOLALI
Wah, Gas dari Sumur Bor di Sambu Bisa Bikin Air Mendidih

Penemuan gas Boyolali, sumur bor yang dibangun di halaman masjid mengeluarkan gas tekanan tinggi.

Solopos.com, BOYOLALI–Hanya butuh waktu sekitar 20 menit dari Pasar Sambi, Kecamatan Sambi, untuk sampai ke Dukuh Sambu, Desa Bendo, Kecamatan Nogosari. Jalan desa berupa tanah yang dicor sebagian menjadi akses terakhir menuju dukuh yang saat ini menjadi pusat perhatian warga di sekitar Sambi dan Nogosari.

Sumur bor yang sedang dibangun di halaman Masjid Arrahman Dukuh Sambu mengeluarkan gas dengan tekanan yang cukup tinggi. Sudah dua kali warga setempat berupaya membuat sumur agar bak air di masjid tersebut selalu terisi. Pertama, di sisi selatan masjid. “Begitu dibor sampai kedalaman tertentu, sumur itu justru mengeluarkan gas. Lubang sumur akan terbakar jika gas yang keluar terkena percikan api,” kata warga setempat, Samsi, 35, saat ditemui Solopos.com, Sabtu (23/4/2016).

Warga pun kembali membuat sumur di sisi utara, pada Minggu (17/4/2016). Sumur dibor selama tiga hari. Hingga kedalaman 42 meter, sumur kembali mengeluarkan gas yang lebih besar dari sumur sebelumnya disertai suara gemuruh. Api yang ditimbulkan dari lubang sumur cukup besar. Warga harus memakai karung goni basah untuk memadamkan api. Sumur itu sekarang ditutup, namun warga membiarkan gas dari sumur keluar melalui selang plastik dan selang besi yang dipasang pada lubang sumur.

“Dari ujung selang bisa dicek, nyalakan korek, api langsung menyala,” kata dia. Jumat malam, warga yang penasaran mencoba menyalakan api dari gas tersebut dan digunakan untuk memanaskan air.

“Kami buat tungku di depan masjid, kami nyalakan api dari gas itu, kemudian di tinggal salat Isya. Begitu selesai salat, ya sekitar 15 menit, airnya sudah mendidih. Lebih cepat dibandingkan kompor gas di rumah,” ujar Surahmi, 60, warga RT 005/RW 003. Rumah Surahmi kebetulan berhadap-hadapan dengan masjid.

Warga tidak tahu sejarah wilayah tersebut. “Kenapa sampai mengandung gas begitu kami tidak tahu,” kata warga lain, Sardi. Akibat adanya tekanan gas, air tidak bisa mengalir dari sumur tersebut. “Dari dulu kami tahunya tempat ini adalah perkampungan biasa.” Kejadian tersebut bikin warga penasaran. Banyak yang datang hanya sekedar mencoba menyalakan api dari sumber gas tersebut.

Kades Bendo, Samsidi, telah melaporkan temuan itu ke Dinas Pekerjaan Umum dan ESDM (DPU dan ESDM) Boyolali. “Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, dari DPU minta sumur itu ditutup dulu sambil menunggu pengecekan dari petugas geologi. Rencananya ada ahli geologi dari Jogja yang mau datang mengecek sumber gas itu,” kata Samsidi.

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…