Petugas parkir Solo Juru parkir (Jukir) mengenakan seragam baru berupa baju lurik dan blangkon hitam saat apel di Jl. Slamet Riyadi, Solo, Kamis (1/8/2013). Penggunaan pakaian tradisional sebagai seragam juru parkir itu diharapkan bisa menjadi cerminan Solo sebagai kota budaya. (JIBI/SOLOPOS)
Sabtu, 23 April 2016 15:00 WIB Ika Yuniati/JIBI/Solopos Solo Share :

PENATAAN PARKIR SOLO
Jukir Solo Diarahkan Alih Profesi

Penataan parkir Solo, pemkot masih mencari solusi nasib ribuan jukir.

Solopos.com, SOLO–UPTD Perparkiran Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, masih mencari solusi terkait nasib ribuan juru parkir (Jukir) jika kebijakan parkir gratis diterapkan. Para jukir kemungkinan besar akan diarahkan untuk beralih profesi sebagai pengusaha mandiri karena sistem perparkiran yang baru kemungkinan hanya membutuhkan sedikit operator.

Kepala UPTD Perparkiran Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, M. Usman, saat diwawancara Solopos.com, Sabtu (23/4/2016), mengatakan dari 3.000-an jukir di Solo hanya 65% yang benar-benar berprofesi sebagai penata parkir. Hingga saat ini pihaknya masih mencari solusi untuk mereka jika kebijakan parkir gratis diterapkan.

Kemungkinan Pemkot bakal bekerja sama dengan perusahaan publik transportasi 14 koridor BST untuk mempekerjakan para Jukir. Selebihnya mereka diwacanakan beralih profesi menjadi wiraswasta. Sebelumnya akan diberi pelatihan usaha. “Nah, kami dapat PR soal itu dari Walikota. Enggak mungkin semua ditampung di gedung. Mungkin nanti kita akan share ke perusahaan publik transportasi 14 koridor ini, mungkin bisa menampung mereka. Selebihnya kami beri pelatihan,” kata dia.

Kendati demikian usulan alternatif tersebut masih dalam tahap wacana. Usman mengatakan pihaknya masih membahas dengan semua pihak terkait. Yang mereka pikirkan saat ini persiapan infrastruktur dan gedung parkir. Setelah semuanya selesai baru sosialisasi kepada para Jukir. Tahun ini Pemkot menganggarkan pembangunan dua gedung parkir sistem knock down di kawasan utara Pasar Gede sisi timur dan sebelah selatan Stadion Sriwedari. Dana dianggarkan dari APBD perubahan (APBD-P) 2016. Pembangunan gedung parkir sejenis dilanjutkan 2017.

Usman mengatakan wacana parkir gratis ini juga ditujukan bagi para perusahaan penyewa lahan parkir swasta di pusat bisnis Solo seperti mal dan hotel. Tujuannya untuk mengurangi parkir di badan jalan sekaligus agar meramaikan pusat wisata Solo demi mendorong perkembangan ekonomi lokal.

LOWONGAN PEKERJAAN
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
AMS Solo, Pendidikan Multikultur Pertama

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (27/11/2017). Esai inikarya Heri Priyatmoko, dosen Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Menarik menyimak esai Bandung Mawardi berjudul Mengenang (Pendidikan) Guru (Solopos, edisi 24 November…