Sejumlah orang dari PAC PDIP Sragen menggeruduk dan menyegel kantor DPC Sragen, Senin (21/3/2016). (Moh.Khodiq Duhri/JIBI/Solopos)
Sabtu, 23 April 2016 18:50 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Sragen Share :

PDIP SRAGEN
20 Kader PDIP Penuhi Panggilan DPD PDIP Jateng

PDIP Sragen, puluhan kader PDIP Sragen memenuhi panggilan DPD PDIP Jateng.

Solopos.com, SRAGEN–Sebanyak 20 kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sragen memenuhi panggilan kedua dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Tengah, Sabtu (23/4/2016). Mereka dimintai klarifikasi terkait kasus penyegelan Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Sragen pada bulan lalu.

Sekretaris DPC PDIP Sragen Sugiyamto mengatakan sebenarnya ada 23 kader partai yang dipanggil DPD untuk dimintai klarifikasi. Namun, tiga kader di antaranya berhalangan hadir karena ada kepentingan lain. “Kader yang berhalangan hadir itu bukan karena tidak mau diklarifikasi, tetapi memang berhalangan hadir. Ada kader yang izin karena ada anggota keluarganya meninggal dunia,” terang Sugiyamto kepada Solopos.com.

Pada Rabu (20/4/2016) lalu, DPD PDIP Jawa Tengah telah memanggil 14 kader untuk dimintai klarifikasi. Namun, hanya sekitar tujuh kader yang memenuhi panggilan. Mereka yang mangkir dari panggilan itu merupakan kader yang turut serta dalam penyegelan kantor DPC PDIP Sragen pada Maret lalu. Pada pemanggilan kedua, Sugiyamto memastikan mereka yang terlibat dalam penyegelan Kantor DPC itu bisa hadir ke Semarang.

“Kami sudah memfasilitasi seluruh kader yang akan berangkat ke Semarang. Namun, mereka [yang terlibat penyegelan kantor DPC] memilih berangkat sendiri menggunakan mobil. Tidak masalah, yang penting mereka bisa datang untuk memenuhi panggilan DPD,” jelas Sugiyamto.

Sesampainya di Kantor DPD PDIP Jawa Tengah, Sugiyamto menjelaskan masing-masing kader partai dipanggil satu per satu untuk dimintai klarifikasi. Proses klarifikasi berjalan hingga Sabtu malam. Sugiyamto mengaku belum tahu kapan hasil klarifikasi itu akan diumumkan oleh DPD PDIP Jawa Tengah.
“Mau diumumkan atau tidak itu juga kewenangan DPD. DPD yang berwenang menentukan langkah apa yang akan diambil setelah meminta klarifikasi kader,” papar Sugiyamto.

Sebelumnya, sejumlah kader partai yang menamakan diri sebagai Forum Lintas Pimpinan Anak Cabang (PAC) mangkir dari panggilan pertama DPD PDIP Jawa Tengah, Rabu lalu. Mereka berdalih tidak ada biaya untuk berangkat memenuhi panggilan DPD. Mereka menyayangkan tidak adanya koordinasi dari DPC untuk memberangkatkan ke Semarang.

“Terus terang saya tidak punya biaya. Saya sendiri sudah mengeluarkan banyak dana untuk pilkada lalu. Bahkan, saya sampai menggadaikan dua sepeda motor,” kata Sekretaris PAC Kota Sragen, Supriyanto.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…