Poster kegiatan Long March Kampanye Anti Narkoba yang digelar BNP Jatim bersama Paguma. (JIBI/Madiunpos.com/Istimewa) Ilustrasi (istimewa)
Sabtu, 23 April 2016 23:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

NARKOBA MADIUN
2 Bulan, Polisi Kota Madiun Tangkap 9 Tersangka Kasus Penyalahgunaan Narkoba

Narkoba Madiun ini terkait pengungkapan kasus narkoba di Kota Madiun.

Solopos.com, MADIUN – Dua bulan terakhir, petugas Polres Madiun Kota, Jawa Timur, menangani sebanyak delapan kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum setempat.

Kepala Satuan Resnarkoba Polres Madiun Kota, AKP Sukono, mengatakan, delapan kasus tersebut meliputi kasus peredaran narkotika jenis sabu-sabu, ganja, dan peredaran pil koplo.

“Ada delapan kasus narkoba yang kami tangani sejak awal Maret hingga tanggal 21 April 2016. Dari delapan kasus tersebut terdapat sembilan tersangka yang ditangkap,” ujar AKP Sukono kepada wartawan di Madiun, Jumat (22/4/2016).

Menurut dia, barang bukti yang diamankan di antaranya adalah, sabu-sabu seberat 17,07 gram, satu paket ganja kering, dan 200 butir pil doble L atau pil koplo.

“Para tersangka tersebut selain merupakan pengedar, ada juga yang kurir, ataupun pengguna narkoba. Mereka ditangkap di tempat dan waktu yang berbeda,” kata Sukono.

Ia menjelaskan tidak satu pun dari para tersangka tersebut memiliki keterkaitan satu dengan lainnya. Masing-masing tersangka mengedarkan barang haram itu dari sumber berbeda.

Sukono membeberkan penangkapan Hanafi, 37, warga Jl. Biliton pada 1 Maret lalu di persimpangan Jl. Sultan Agung, Jl. Minak Kuncar. Hanafi berhasil ditangkap saat petugas menyamar sebagai pembeli dan dilayani tersangka.

Berikutnya pada 4 Maret 2016, tersangka Agus Sulis, 30, warga Kelurahan Winongo tertangkap tangan menyimpan satu klip sabu-sabu berisi 0,13 gram dalam bungkus rokok. Kemudian Edi Yulianto, 30, ditangkap pada 20 Maret di Jl. Kalingga, Kota Madiun.

“Dari tersangka Edi, polisi mengamankan sabu-sabu seberat 0,40 gram. Untuk menghilangkan barang bukti, sabu-sabu tersebut sempat dibuang ke selokan,” kata dia.

Kemudian, polisi menangkap Dedi, 28, warga Kelurahan Nambangan Kidul dengan barang bukti 0,38 gram. Pria pengangguran itu berusaha menghilangkan barang bukti dengan menginjaknya di bawah sepatu.

Kemudian, petugas menangkap Susilo, dengan barang bukti paling banyak, yakni sabu-sabu seberat 15,03 gram di rumahnya. Narkoba tersebut sudah siap edar dan dikemas dalam 30 paket hemat.

Pada 30 Maret 2016, polisi meringkus Joko, 21, dan Ribut, 29, warga Desa Sambirejo, Jiwan, Kabupaten Madiun. Keduanya kedapatan membawa 200 butir pil dobel L.

Terakhir polisi menangkap Edi warga Kelurahan Nambangan Lor, dengan barang bukti sabu-sabu seberat 0,25 gram dan yang terbaru menangkap buruan kasus narkoba pada 23 Oktober 2015, Gatot. Yang bersangkutan sempat melarikan diri keluar kota namun berhasil ditangkap.

Pihaknya terus berupaya melakukan razia agar peredaran narkoba di Kota Madiun dapat dicegah. Razia dilakukan dengan melibatkan pihak terkait seperti BNK, TNI, dan masyarakat.

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…