Ilustrasi manusia lanjut usia (JIBI/Harian Jogja/Antara) Ilustrasi manusia lanjut usia (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Sabtu, 23 April 2016 04:40 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

MASALAH SOSIAL
Lansia Didorong untuk Tetap Produktif

Salah satu upaya meningkatkan potensi lansia adalah dengan mengikuti kegiatan-kegiatan lansia.
Solopos.com, SLEMAN– Meski tidak lagi diusia produktif, para lansia perlu tetap dimotivasi untuk meningkatkan potensinya. Salah satu upaya meningkatkan potensi lansia adalah dengan mengikuti kegiatan-kegiatan lansia.

Kepala Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan (KBPMPP) Sleman Nurulhayah mengatakan, penduduk lanjut usia menghadapi berbagai perubahan dalam hidupnya baik fisik, psikis, sosial maupun ekonomi. Untuk menjembatani masalah tersebut, kegiatan produktif bagi lansia bisa diakomodasi dalam Kelompok Bina Keluarga Lansia (KBKL).
“Keberadaan KBKL ini memang bertujuan untuk meningkatkan keberdayaan dan kesejahteraan lansia. Berbagai kegiatan di dalamnya dapat memotivasi para lansia untuk terus aktif, mandiri dan sejahtera,” kata Nurul, Jumat (22/4/2016).
Menurutnya, sebagian lansia di Sleman banyak yang aktif dalam berbagai kegiatan atau paguyuban. Hal ini menunjukkan, para lansia mampu berkarya dan memiliki hidup yang berkualitas. Baginya, usia lanjut bukan halangan bagi lansia untuk tetap produktif. “Kami melakukan Pendampingan kelompok Usaha Ekonomi Produktif Lanjut Usia (USEP Lanjut Usia). Pendampingan ini diharapkan semakin mendorong para lansia untuk terus semangat, produktif dan berkarya,” harapnya.
Berdasarkan data Badan KBPPPM Sleman, saat ini jumlah BKL mencapai 202 kelompok dengan jumlah anggota 7.490 orang. Saat ini jumlah kelompok atau paguyuban lansia di Sleman mencapai 838 kelompok. Dari jumlah tersebut sebanyak 626 kelompok mendapatkan pembinaan langsung dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman. Sisanya, yakni 212 kelompok melaksanakan kegiatan secara mandiri. “Kegiatan BKL biasanya terkait penyuluhan kesehatan, olah raga, dan juga pemberdayaan ekonomi,” tandas Nurul.

Sementara, Ketua Tim Evaluasi kegiatan BKL DIY Rohdiana Sumariati mengatakan, untuk wilayah Sleman terdapat padukuhan Parakan Wetan Sendangsari Minggir dapat menjadi contoh aktivitas sebagai wadah kegiatan bagi keluarga lansia. “Di sana, keluarga yang memiliki lansia berusaha meningkatkan kegiatan dan keterampilan keluarga dalam memberikan pelayanan, perawatan, dan pengakuan yang layak,” katanya.

PBF PT.TIARA KENCANA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



Kolom

GAGASAN
Kemanusiaan Keluarga Polk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/9/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, seorang novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO¬†— Persekusi terhadap warga Rakhine etnis Rohingya di Myanmar…