Dodhy dan Nina Wang (Liputan6.com) Dodhy dan Nina Wang (Liputan6.com)
Sabtu, 23 April 2016 16:00 WIB JIBI/Solopos/Newswire Issue Share :

KABAR ARTIS
Gaet Tukang Cuci Jadi Penyanyi, Dodhy Eks Kangen Band Diminta Tanggung Jawab

Kabar artis kali ini datang dari Dodhy Eks Kangen Band.

Solopos.com, JAKARTA — Mantan gitaris Kangen Band, Dodhy, dituntut oleh partner duetnya, Nina Wang, yang dulu bekerja sebagai tukang cuci. Tuntutan Nina ini berkaitan dengan dugaan penipuan uang.

Sebagaimana dilansir Liputan6, 2015 lalu, Dodhy memperkenalkan Nina Wang ke publik sebagai rekan duetnya. Mereka merilis lagu berjudul Aku Pamit Pergi.

Dodhy membeberkan latar belakang Nina sebelumnya, yaitu seorang tukang cuci dan tukang setrika rumahan. Menurut Dodhy, Nina memiliki suara emas yang bisa diterima publik. Jadilah, Nina menjadi teman duetnya.

“Iya, Nina dulunya buruh cuci setrika. Enggak sengaja saya ketemu, suaranya boleh juga,” ungkap Dodhy saat dijumpai di kawasan Tebet, Jakarta, Senin (30/11/2015) lalu.

Bahkan, di 2015 itu, Dodhy optimistis suara emas Nina bisa mendulang sukses di belantika musik Indonesia. “Suaranya emas banget, saya yakin sukses sama Nina kali ini,” kata Dodhy.

Namun, kini Nina justru meminta pertanggungjawaban Dodhy, selaku prosedur dan teman bermusiknya. Kerja samanya dengan Dodhy terancam bubar, karena Nina merasa tertipu.

“Saya dan Dodhy sudah memiliki perjanjian, kita sudah memberikan sejumlah uang kepada Dodhy untuk membuatkan 10 lagu, dan ada biaya tambahan untuk operasional promosi di radio,” kata Nina di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Jumat 22 April 2016, sebagaimana dilansir Okezone, Sabtu (23/4/2016).

Menurut Nina, Dodhy melanggar perjanjian mereka. Hingga saat ini, hanya ada lima lagu yang diciptakan Dodhy. Nina juga mengaku menanggung biaya promosi ke sejumlah radio.

“Tetapi nyatanya, sampai sekarang baru lima lagu, dan lagu kelima pun bermasalah dengan Mas Posan. Bahkan, biaya promosi ke beberapa radio saya yang bayar, dia hanya biayai satu kali,” lanjut Nina.

Nina memperkirakan kerugiannya sekitar Rp200 juta. Oleh sebab itu, saat ini Nina berupaya meminta laporan pertanggungjawaban Dodhy, terlebih sudah enam bulan ini ia putus komunikasi dengan Dodhy.

Bila sampai 26 April Dodhy tak menunjukkan itikad baik, Nina berencana akan membawa perkara dugaan penipuan ini ke pihak berwajib.

“Saya kasih waktu untuk Dodhy untuk menjawab hingga tanggal 26 April ini. Kalau tidak ada jawaban, saya dan tim kuasa hukum akan mensomasi, malah kalau perlu saya laporkan ke polisi,” tandas Nina.

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…