Pengendara sepeda motor dan mobil dari Solo-Karanganyar maupun sebaliknya menggunakan jembatan layang atau flyover Palur, Jaten, Jumat (25/12/2015). Lampu penerangan jalan umum (PJU) tetap menyala pada siang hari. (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos) Pengendara sepeda motor dan mobil dari Solo-Karanganyar maupun sebaliknya menggunakan jembatan layang atau flyover Palur, Jaten, Jumat (25/12/2015). Lampu penerangan jalan umum (PJU) tetap menyala pada siang hari. (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos/dok)
Sabtu, 23 April 2016 11:00 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

FLYOVER PALUR
Resmikan Flyover Palur, Ini Harapan Gubernur Ganjar

Flyover Palur di Karanganyar diresmikan Gubernur Ganjar dengan Wayangan semalam suntuk.

Solopos.com, KARANGANYAR – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meresmikan jembatan layang atau flyover Palur, Jumat (22/4/2016) sekitar pukul 20.30 WIB.

Peresmian dilakukan dengan menggelar wayang kulit semalam suntuk di bawah jembatan layang di sebelah barat rel kereta api. Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, duduk di antara tamu undangan pada acara peresmian jembatan layang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar memberikan hiburan gratis berupa pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Pendawa Kumpul.

Pemkab mengundang dua dalang Ki Anom Dwijo Kangko dan Ki Anggit Laras Prabowo. Pagelaran dimulai setelah Ganjar menyerahkan wayang kepada dua dalang itu.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengingatkan warga agar ikut menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan di sekitar flyover. Orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar itu menyindir ulah sejumlah orang yang mencorat-coret dinding bagian dalam flyover sebelum diresmikan.

“Sudah lama sekali menginginkan jembatan seperti ini. Sekarang enggak macet. Karanganyar selalu ramai setiap liburan. Manfaat flyover besar untuk masyarakat. Jangan dicorat-coret, mpun dicat. Dijaga bareng-bareng. Kalau ada yang nyoret, bisa ngonangi trus nyekel. Saya kasih hadiah tv Maxreen,” kata Yuli, sapaan akrab Juliyatmono, saat memberikan sambutan.

Rencana, jembatan yang melintang dari arah Solo ke Karanganyar itu diresmikan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada Februari. Tetapi urung dilakukan karena kesibukan orang nomor satu di Indonesia. Akhirnya, jembatan layang diresmikan Gubernur Jateng pada Jumat (22/4/2016).

“Dulu pernah minta Pak Presiden untuk meresmikan tapi Pak Presiden memilih melihat Waduk Gondang. Lalu Beliau minta saya nembung Pak Gubernur untuk meresmikan flyover. Alhamdulillah Pak Gubernur mau datang. Jadi kebanggan, impian kita semua,” tutur dia.

Hal senada disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Ganjar juga mengingatkan warga untuk ikut menjaga kebersihan flyover. Lelaki bertubuh tinggi dan kurus itu mengaku pernah melewati flyover menggunakan sepeda motor. Dia melihat dinding bagian dalam flyover penuh coretan.

“Mimpi Karanganyar sudah lama. Di sini ini mesti macet. Sekarang jauh lebih lancar. Silakan menata sekitar ini. Di sini daerah perbatasan. Mari menata menjadi lancar dan cantik,” tutur dia saat memberikan sambutan.

Ganjar menyilakan warga mencorat-coret dinding jembatan layang dengan catatan meminta izin Bupati Karanganyar maupun Sukoharjo. Dia mendukung apabila orang berniat mencorat-coret dinding flyover dengan gambar yang bagus. Ganjar juga menyinggung tentang kendala yang harus dihadapi saat proses pembangunan dan merapikan lingkungan sekitar jembatan layang.

Dia menyebut tenyang menyewa tanah milik PT KAI di dekat rel kereta api. Selain itu, Ganjar juga mengungkit proses berbelit-belit saat akan memindah tiang listrik.

“Ada urusan PT KAI minta sewa. Kami rembuk. Negara nganggo dalan dikon nyewa. Cagak ting [tiang listrik] disuruh minggir enggak mau. Nembe ngerti. Alhamdulillah PT KAI dan PLN segera merespon,” tutur dia.

Ganjar berharap kabupaten sekitar dapat mengembangkan dan mengelola potensi di sekitar flyover. Tujuan akhirnya adalah keberadaan jembatan layang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar flyover.

“Greneng-greneng dengan Pak Bupati. Ditata yang bagus. Jadi tempat wisata. Ada fungsi yang bagus, minimal selfie. Silakan jualan tapi tertib.”

 

PT.GARMET, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



Kolom

GAGASAN
Kemanusiaan Keluarga Polk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/9/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, seorang novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO¬†— Persekusi terhadap warga Rakhine etnis Rohingya di Myanmar…