Suor Cristina. (Istimewa/Youtube)
Jumat, 22 April 2016 15:10 WIB Jafar Sodiq Assegaf/JIBI/Solopos.com Nada Share :

THE VOICE
Biarawati Bersuara Malaikat Ini Jadi Kontestan Paling Mengejutkan

The Voice pernah kedatangan seorang kontestan yang berprofesi sebagai biarawati.

Solopos.com, SOLO – Ajang pencarian bakat The Voice sering memunculkan kontestan mengejutkan. Kompetisi yang menggunakan format Blind Audition ini kali ini kembali mengundang perhatian saat kedatangan Sour Cristina Scuccia.

Sour adalah sebutan untuk Suster atau Biarawati di Italia. Cristina adalah wanita berusia 25 tahun ini  tinggal di Milan dan jadi Biarawati Ursulin Keluarga Kudus.Karena mimpi masa kecil menjadi seorang penyanyi, pada tahun 2008 suster-suster di Ursulin meberinya ruang bernyanyi. Keputusan ini sepertinya tepat dan terbukti mampu menempa dirinya sebagai penyanyi yang berbakat.

[Lihat: http://www.youtube.com/watch?v=TpaQYSd75Ak]

Kemunculan Cristina adalah salah satu yang paling mengejutkan di ajang The Voice. Menyanyikan lagu No One dari Alicia Keys Cristina mampu memikat penonton. Juri yang awalnya tak terlalu antusias dengan suaranya mendadak berubah setelah melihat dirinya ternyata adalah biarawati. Artis asal Italia, J-Ax yang pertama kali terpukau. Saat membalikkan badan, artis dengan penampilan garang ini terkejut.

Dia memberitahu juri lain, Raffaella Carra untuk membalikkan badan. “Ayolah, Palingkan badanmu, Kau akan terkejut,” ucapn J-Ax membujuk penyanyi legendaris Italia itu. Carra dengan sedikit terpaksa akhirnya membalikkan badan. Coba tebak reaksinya?

Carra terkejut bukan kepalang. J-Ax tertawa, dia terlihat puas melihat Carra terkejut. Cristina semakin bersemangat dan seluruh penonton tambah bergemuruh. Tepuk tangan penonton di ujung lantunan No One semakin menegaskan talenta Cristina.

Video ini kini sudah ditonton 81 juta kali. Sosok Cristina. Video ini dari rekaman blind audition The Voice Italia serie 2. Pada ajang itu, Cristina berhasil keluar sebagai juara.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…