Ilustrasi bendera ISIS (JIBI/Harian Jogja/Wikipedia) Ilustrasi bendera ISIS (JIBI/Harian Jogja/Wikipedia)
Jumat, 22 April 2016 22:10 WIB Septina Arifiani/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

TEROR ISIS
250 Wanita Dieksusi ISIS Lantaran Tolak Jadi Budak Seks

Teror ISIS menyasar para perempuan Irak dan Suriah untuk dijadikan budak seks.

Solopos.com, SOLO – Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dilaporkan telah mengeksekusi 250 wanita di Irak Utara lantaran menolak menjadi budak seks.

Wanita-wanita itu diperintahkan ISIS untuk kawin kontrak dengan teroris lantas dibunuh, terkadang mereka juga dibunuh bersama dengan keluarga mereka.

Juru bicara Partai Demokrat Kurdi Kata Mamuzini mengatakan, ISIS memilih wanita dari Mosul Utara karena wilayah itu sudah menjadi daerah kekuasaannya. Siapapun yang menolak perintah ISIS akan dieksekusi.

“Sedikitnya 250 perempuan sejauh ini telah dieksekusi oleh ISIS karena menolak menerima praktik budak seks, dan kadang-kadang keluarga para gadis itu juga dieksekusi karena menolak untuk mengirimkan permintaan IS [ISIS],” kata Mamuzini kepada kantor berita Kurdi yang berbasis di London AhlulBayt.

Pejabat lain dari Uni Patriotik Kurdistan (PUK) Ghayas Surchi mengatakan hak asasi manusia di daerah kekuasaan ISIS sudah tak lagi diberlakukan, khususnya bagi para wanita. Surchi seperti dilansir Firstpost, Jumat (22/4/2016), mengungkap wanita tidak diizinkan pergi keluar sendirian di Mosul dan tidak dapat memilih sendiri pasangan yang mereka sukai.

Eksekusi itu menyusul serangkaian pembunuhan serupa yang berlangsung pada bulan Agustus 2015 di mana 19 perempuan Mosul dibantai karena menolak untuk berhubungan seks dengan pejuang ISIS.

 

 

LOWONGAN PEKERJAAN
SUPERVISOR JAHIT & PENJAHIT HALUS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…