Petugas dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) DIY melakukan uji petik emisi gas buang terhadap sebuah sepeda motor di depan SMK Negeri 1 Pengasih, Kulonprogo, Kamis (21/4/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja) Petugas dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) DIY melakukan uji petik emisi gas buang terhadap sebuah sepeda motor di depan SMK Negeri 1 Pengasih, Kulonprogo, Kamis (21/4/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 22 April 2016 15:20 WIB Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Perawatan Kendaraan Bermotor Dukung Kualitas Udara Lingkungan

Perawatan kendaraan bermotor berperan penting dalam upaya menjaga kualitas udara di lingkungan sekitar.

Solopos.com, KULONPROGO -Kesadaran masyarakat untuk melakukan perawatan kendaraan pribadi dinilai sudah relatif baik. Hal itu dianggap penting untuk mencegah emisi gas buang melebihi ambang batas baku mutu.

Kasubid Pengendalian Pencemaran Udara Badan Lingkungan Hidup (BLH) DIY, Ninik Sri Handayani mengatakan, masyarakat secara sadar telah merawat kondisi kendaraan pribadi demi kenyamanan mereka sendiri. Kebiasaan positif itu disebut berperan penting dalam upaya menjaga kualitas udara di lingkungan sekitar.

Ninik mengungkapkan, BLH DIY mengadakan uji petik emisi gas buang kendaraan bermotor roda dua dan empat secara berkala di seluruh kabupaten/kota di DIY. Kegiatan itu juga menjadi ajang sosialisasi Pergub DIY No.39/2010 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Sumber Bergerak Kendaraan Bermotor.

“Kami berkerja sama dengan instansi terkait di masing-masing wilayah,” kata Ninik pada uji petik emisi di Pengasih, Kulonprogo, Kamis (21/4/2016).

Menurut Ninik, masyarakat tampak antusias mengikuti uji petik emisi karena ingin mengetahui kondisi kendaraan masing-masing. Tidak ada sanksi apapun bagi yang dinyatakan tidak lolos uji. Mereka hanya disarankan untuk melakukan perawatan terhadap mesin kendaraan.

“Kami mendorong mereka untuk merawat kendaraan secara rutin dan tepat waktu. Hasil sementara banyak yang seharusnya sudah diservis tapi terlambat sehingga melebihi ambang batas baku mutu,” ujar Ninik.

Ninik lalu menyatakan kualitas dan kondisi udara di DIY relatif masih baik. Namun, ada kecenderungan semakin mendekati ambang batas baku mutu pada titik dan waktu tertentu, terutama di lokasi lalu lintas yang padat kendaraan. Dia berharap, masyarakat semakin tertib dalam merawat kendaraan untuk mengurangi potensi ancaman polusi udara.

Sementara itu, salah satu peserta uji petik emisi bernama Widarto mengaku sepeda motornya dinyatakan tidak lolos oleh tim dari BLH DIY. Namun, dia belum tahu penyebabnya dan merasa sudah rutin melakukan perawatan.

“Nanti bisa konsultasi lebih lanjut biar tahu masalahnya apa,” ungkap warga Kepek, Pengasih itu.

Lowongan Pekerjaan
CV SINDUNATA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Era Tahun 1930-an

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (27/10/2017). Esai ini karya Nurudin, dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Malang dan penulis buku Pengantar Komunikasi Massa. Alamat e-mail penulis adalah nurudin@umm.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini saya sedikit risau dengan hiruk pikuk pembicaraan di…