Ilustrasi pegawai negeri sipil (PNS). (JIBI/Harian Jogja/Antara) Ilustrasi pegawai negeri sipil (PNS). (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Jumat, 22 April 2016 10:40 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

PENDATAAN PNS
Sempat Ada 190-an Pegawai Bermasalah

Badan Kepegawaian Daerah Gunungkidul mengklaim pendataan ulang Pegawai Negeri Sipil secara eletronik (e-PUPNS) berjalan lancar dan tidak ada masalah.

 

 

Solopos.com, WONOSARI – Badan Kepegawaian Daerah Gunungkidul mengklaim pendataan ulang Pegawai Negeri Sipil secara eletronik (e-PUPNS) berjalan lancar dan tidak ada masalah. Adanya rumor 57.000 pegawai siluman di Indonesia pun tidak terjadi di kabupaten terluas di DIY itu.

Kepala Bidang Data dan Pengembangan BKD Gunungkidul Gustijaningsih mengatakan proses e-PUPNS berjalan lancar meski ada sejumlah pegawai yang harus mengisi laporan di masa perpajangan hingga 31 Januari lalu.  Kendati demikian, hal tersebut tidak berpengaruh terhadap pendataan yang ada. Hasil dari koordinasi dengan BKN Jateng-DIY dinyatakan bahwa pendataan di Gunungkidul tidak bermasalah.

“Meski sudah selesai, tapi kami terus melakukan koordinasi dengan BKN. Sebagai buktinya, beberapa hari lalu staf saya melakukan koordinasi dengan BKN dan hasilnya juga tidak ada masalah,” kata Gustijaningsih saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (21/4).

Menurut dia, butuh kerja ekstra keras untuk menyelesaikan pendataan itu. Terlebih lagi saat proses berlangsung ada sekitar 190an pegawai yang bermasalah. Hal ini muncul karena adanya perbedaan data dari pusat dengan yang dimiliki BKD.

Namun demikian, kata Gustijaningsih, semua dapat diluruskan. Dari hasil koordinasi dengan BKN Pusat, 190an pegawai yang bermasalah muncul karena yang bersangkutan telah pensiun, meninggal dunia atau telah pindah ke luar daerah namun masih tercatat sebagai PNS di Gunungkidul.

“Semua sudah dicek dan data itu sudah dinonaktifkan oleh pusat, jadi untuk sekarang sudah tidak ada masalah. Hingga penutupan, jumlah pegawai yang melakukan pendataan ulang ada 10.320 orang,” tuturnya.

CAD Operator, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply



Kolom

GAGASAN
Kemanusiaan Keluarga Polk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/9/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, seorang novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Persekusi terhadap warga Rakhine etnis Rohingya di Myanmar…