Andrea Dovizioso (Crash.net)
Jumat, 22 April 2016 01:00 WIB Ahmad Baihaqi/JIBI/Solopos.com Balap Share :

MOTOGP 2016
Ingin Naik Podium, Dovizioso Berharap Tak Ditabrak Lagi

Motogp 2016 diwarnai dengan Andrea Dovizioso yang dua kali tergelincir karena ditabrak pembalap lain.

Solopos.com, SOLO – Kesialan menghampiri pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, dalam dua balapan terakhir di Motogp 2016. Dovizioso harus tergelincir di dua balapan tersebut lantaran ditabrak pembalap lain. Padahal saat itu, dia berpeluang besar naik podium.

Pertama saat balapan di Argentina, tiga pekan lalu. Saat itu, Dovizioso tengah berada di posisi kedua diikuti rekan setimnya, Andrea Iannone, di posisi ketiga. Saat podium sudah di depan mata, Dovizioso justru tergelincir.

Dia ditabrak oleh Iannone di lap terakhir. Iannone memasuki tikungan terlalu cepat dan menabrak bodi motor Dovizioso. Alhasil, keduanya tergelincir, tapi Dovizioso tetap mampu melanjutakn balapan dengan finis ke-13, sedangkan Iannone gagal finis.

Di balapan Austin, dua pekan lalu, hal serpa menimpa Dovizioso. Kejadiannya memang tak terlalu menyakitkan seperti di Argentina, karena dia tidak tergelincir di lap terakhir. Tapi di balapan ini, dia juga berpeluang naik podium karena dia menyodok di rentetan pembalap terdepan.

Saat balapan memasuki lap ke-7, Iannone tergelincir. Dan lagi-lagi bukan karena kesalahannya. Saat itu, Dani Pedrosa yang berada di belakanganya mengalami crash. Nahas bagi Dovizioso, motor Pedrosa yang tergelincir justru menghantamnya. Dovizioso gagal finis.

“Sayang sekali pada dua balapan terakhir saya melewatkan dua peluang meraih podium, yang kesemuanya bukan karena kesalahan saya. Itu jelas situasi yang membuat frustrasi, yang tercermin pada posisi saya di klasemen,” ucap Dovizioso seperti dikutip dari Crash.net, Kamis (21/4/2016).

“Tapi saya tetap tenang soal hal itu karena saya tahu ini baru tiga balapan pertama musim ini. Saya selalu bekerja sangat keras dengan tim saya di sepanjang akhir pekan dan saya sudah menunjukkan kalau saya kompetitif di atas lintasan,” imbuh pembalap 30 tahun itu.

“Jerez adalah salah satu sirkuit paling sulit untuk Ducati dan juga buat saya, dan saya sangat yakin dengan apa yang kami miliki jadi saya akan berupaya maksimal di Spanyol dan berupaya kembali ke podium,” tutupnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
Taman Pelangi Jurug, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…