Divock Origi (Twitter)
Jumat, 22 April 2016 07:00 WIB Ahmad Baihaqi/JIBI/Solopos.com Inggris Share :

LIVERPOOL VS EVERTON
Origi Cedera, Kemenangan Liverpool Tak Sempurna

Liverpool vs Everton diwarnai dengan cederanya Divock Origi.

Solopos.com, LIVERPOOL – Liverpool berhasil memenangi derby Merseyside edisi kedua kontra Everton musim ini. Tapi, kemenangan Liverpool itu terasa tak sempurna karena diwarnai dengan cedera striker mudanya, Divock Origi.

Dalam pertandingan di Anfield Stadium, Kamis (21/4/2016) dini hari WIB, Liverpool berhasil menang dengan skor 4-0. Origi mampu membuka gol di menit ke-40. Mamadou Sakho berhasil menggandakan keunggulan The Reds jelang turun minum.

Di babak kedua, Liverpool mampu menambah dua gol lewat Daniel Sturridge dan Philippe Coutinho. Liverpool sendiri tampil dominan dengan melakukan 37 kali percobaan dengan 13 di antaranya mengarah ke gawang. Sementara Everton hanya membuat tiga tembakan dan tak satupun tepat sasaran.

Dominannya Liverpool itu tak terlepas dari keunggulan jumlah pemain. Di menit ke-50, bek Everton, Ramiro Funes Mori, melakukan pelanggaran keras terhadap Origi dan langsung mendapat kartu merah. Sial bagi Origi, dia tak bisa melanjutkan pertandingan dan harus ditandu keluar.

Bagi Liverpool, ini tentu menjadi kabar buruk mengingat Origi sedang bagus-bagusnya. Pemain asal Belgia itu mencetak lima gol dalam lima laga terakhir. Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, pun menyatakan cedera Origi merusak kebahagiaan Liverpool.

“Mengalahkan Everton adalah sesuatu yang spesial. 4-0 melawan Everton, jika Anda menanyakan itu sebelum laga, maka saya menerimanya tapi cedera mengganggu kemenangan ini,” ujar Klopp seperti dikutip dari Soccerway, Kamis (21/4/016).

“Saya akan katakan ya, karena saya puas dengan kemeangan ini, tapi cedera Origi merusak kebahagiaan saya. Saya tidak bisa berkata banyak-banyak soal Origi tapi mereka bilang cedera itu menyeramkan, tidak patut dilihat,” imbuhnya.

“Tapi engkelnya tidak patah, hanya terkilir, dia harus berjalan menggunakan kruk jadi kami harus melihat dulu nanti.”

“Ketika Anda ingin meraih sukses maka Anda harus bernasib baik dengan cedera. Melihatnya terjatuh tidaklah menyenangkan, jadi saya tidak bisa menikmati babak kedua sepenuhnya,” tutup manajer asal Jerman itu.

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…