Perahu nelayan yang terbalik di laut Selatan Girisubo Gunungkidul. (Istimewa) Perahu nelayan yang terbalik di laut Selatan Girisubo Gunungkidul. (Istimewa)
Jumat, 22 April 2016 19:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

KREDIT NELAYAN
Jamkrindo Beri Jaminan Kredit Nelayan

Kredit nelayan di DIY mendapatkan jaminan dari Jamkrindo

Solopos.com, JOGJA-Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) cabang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memberikan jaminan kredit kepada pengusaha di sektor kemaritiman. Jaminan kredit ini setidaknya diberikan kepada 120 penerima.

Kepala Jamkrindo Cabang Jogja Wisnu Kusumo Wardhono mengatakan, kredit ini disalurkan oleh FIF Finance Cabang Jogja kepada pengusaha sektor kemaritiman di Bantul pada awal 2016 ini.

Penerima didominasi kalangan nelayan. “Kredit untuk nelayan ini nilai maksimalnya Rp100 juta,” kata Wisnu, Kamis (21/4/2016).

Hasil pantauan sampai April, tingkat kemacetan kredit nelayan ini masih nihil. Wisnu mengatakan, tingkat kredit macet akan terbaca setelah enam bulan dari pencairan.

Saat ini nelayan masih banyak melaut sehingga ada penghasilan yang diharapkan. “Kalau sudah hujan badai dan nelayan tidak melaut, bahaya nanti,” kata dia.

Selain nelayan, ada pula Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sektor kemaritiman lain yang menerima jaminan kredit ini. Seperti perajin jala atau jaring dan pengusaha sewa payung di pantai.

Jamkrindo cabang DIY baru resmi beroperasi Januari 2013. Selain bekerja sama dengan pihak swasta, Jamkrindo lebih banyak menjamin kredit yang diberikan bank plat merah seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, dan Bank BPD DIY.

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…