Demo warga Papua di Malang, Selasa (19/5/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Ari Bowo Sucipto) Demo warga Papua di Malang, Selasa (19/5/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Ari Bowo Sucipto)
Jumat, 22 April 2016 18:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KONFLIK PAPUA
Hah, Ada Pengibaran Bendera OPM di Kampus UKSW Salatiga

Konflik Papua, yakni Organisasi Papua Merdeka (OPM), benderanya berkibar di acara Indonesian International Culture Festival yang digelar mahasiwa UKSW Salatiga.

Solopos.com, SALATIGA – Acara budaya Indonesian International Culture Festival (IICF) 2016 yang digelar di kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Rabu (20/4/2016), tercoreng dengan aksi beberapa oknum yang mengibarkan bendera Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Salah satu sumber Semarangpos.com yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa pengibaran bendera OPM itu terjadi di sela-sela acara Kampung Budaya dan Icip-icip Food Festival yang menjadi rangkaian acara IICF.

“Pengibaran bendera OPM itu membuat heboh pengunjung yang hadir. Mereka kaget di acara budaya seperti itu justru dimanfaatkan beberapa orang untuk mengampanyekan aksi separatis,” tutur sumber Semarangpos.com itu, Rabu.

Komandan Kodim (Dandim) 0714 Salatiga, Letkol Inf Budi Rahmawan, membenarkan jika ada aksi pengibaran bendera OPM itu. Meski demikian, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut siapakah oknum di balik aksi itu.

“Iya memang ada [pengibaran bendera OPM]. Saat acara itu [IICF]. Saat ini, kasus itu sudah kami limpahkan kepada pihak Polres Salatiga,” ujar Dandim saat dihubungi Solopos.com, Jumat (22/4/2016).

Terpisah, pihak UKSW melalui  Pembantu Rektor III, Arief Sadjiarto, SE., M.Pd, juga membenarkan aksi pengibaran bendera OPM itu terjadi saat agenda budaya tahunan kampusnya, IICF. Meski demikian, ia belum tahu siapa yang mengibarkan bendera itu.

“Saat ini UKSW tengah berkoordinasi dengan pihak berwajib sedang mencari tahu siapa pelaku pengibaran bendera kemarin, apakah mahasiswa UKSW atau pengunjung dari luar UKSW,” terang Arief.

Arief mengklaim saat IICF 2016 berlangsung banyak penghujung yang hadir. Para pengunjung ini tidak hanya berasal dari lingkungan kampus, tapi juga dari luar.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…