Penyanyi kehilangan suara (Seventeen.com) Penyanyi kehilangan suara (Seventeen.com)
Jumat, 22 April 2016 04:10 WIB Evi Handayani/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

KISAH TRAGIS
Gara-Gara Operasi Kecil, Wanita Ini Kehilangan Suara Emasnya

Kisah tragis kali ini datang dari seorang wanita yang kehilangan suaranya.

Solopos.com, SOLO — Pernahkah Anda membayangkan kehilangan suara Anda secara tiba-tiba? Hal ini terjadi pada seorang wanita yang mengaku kehilangan suata emasnya setelah menjalani operasi kecil.

Dilansir Seventeen, Rabu (20/4/2016), wanita malang ini tak menyebutkan identitasnya. Ia hanya memperkenalkan dirinya sebagai seorang mahasiswi berusia 19 tahun dan berkuliah di jurusan komunikasi.

Sebagai mahasiswi jurusan komunikasi, wanita ini senang menjalin percakapan dengan banyak orang. Selain dikenal pandai berbicara, mahasiswi ini juga pandai menyanyi. Ia bahkan berniat mengikuti audisi di Choicago.

Namun sayang, cita-citanya untuk mengikuti audisi menyanyi di Chicago terkubur dalam-dalam, karena suara emasnya raib, setelah melakukan operasi untuk mengatasi infeksi saluran pernapasannya.

Ketika wanita ini memeriksakan diri ke dokter, dokter tidak tahu pasti apa penyebab utama infeksi saluran pernapasannya. Lalu, dokter pertama itu merujuknya ke dokter spesialis.

Di dokter spesialis inilah, wania tersebut disarankan untuk melakukan operasi kecil di bagian amandel. Alih-alih ingin bebas  dari infeksi saluran pernapasan, wanita ini malah kehilangan suaranya.

Sepekan setelah operasi, wanita ini belum juga bisa bersuara. Ia berpikir mungkin tinggal menunggu beberapa hari lagi. Wanita tersebut nekat pergi ke karaoke bersama teman-temannya. Baru satu jam di tempat karaoke, tiba-tiba darah keluar deras dari mulutnya.

Wanita ini sangat terkejut dan langsung ke dokter. Dokter mengatakan kondisinya akan segera pulih beberapa hari lagi. Wanita itu percaya saja.

Nyatanya, selama tiga bulan setelah operasi, suara wanita ini tak kunjung kembali. Ia mulai panik dan memeriksakan dirinya ke dokter lagi. Dokter menjelaskan langit-langit mulutnya tergeser, sehingga menyebabkan suaranya tak keluar. Akhirnya, sang dokter menyarankan ia mengikuti terapi berbicara.

Wanita malang tersebut menghabiskan waktu beberapa bulan untuk mengembalikan suaranya. Tapi sayang, ia tak bisa lagi bernyanyi. Suara emasnya telah menghilang.

Wanita ini mengambil hikmah dari peristiwa tak menyenangkan ini. Ia bersyukur suaranya kembali, meski tak lagi bisa bernyanyi. Wanita ini bertekat tidak sembarangan memeriksakan diri ke dokter. Ia akan mempelajari kompetensi si dokter terlebih dahulu dan sadar pentingnya berani bertanya detail kepada ahli medis tentang keluhan kesehatannya.

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…