Fitriana Hapsari, istri dari almarhum pilot C-130 Hercules Kapten Pnb Sandi Permana saat menandatangani penerimaan beasiswa pendidikan di Lanud Adisutjipto, Kamis (21/4). (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 22 April 2016 01:40 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

KECELAKAAN PESAWAT
Keluarga Almarhum Pilot Terima Beasiswa

Serahterima itu dilakukan di Ruang VIP Base Ops Lanud Adisutjipto Jogja, Kamis (21/4). Putra putri mereka dijamin pendidikannya dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

 

 

Solopos.com, SLEMAN – Empat keluarga almarhum penerbang pesawat militer yang jatuh pada 2015 menerima beasiswa pendidikan. Serahterima itu dilakukan di Ruang VIP Base Ops Lanud Adisutjipto Jogja, Kamis (21/4). Putra putri mereka dijamin pendidikannya dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Keempatnya adalah keluarga almarhum Letkol Pnb Marda Sarjono dan Kapten Pnb Dwi Cahyadi. Keduanya gugur dalam insiden jatuhnya pesawat tempur T-50i Golden Eagle ketika menghibur ribuan pengunjung Gebyar Dirgantara di Lanud Adisutjipto. Serta Kapten Pnb Sandi Permana dan Kapten Pnb Riris Setiawan yang merupakan pilot dan navigator pesawat C-130 Hercules A1310 yang jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan. PT Sriwijaya Air memberikan beasiswa pendidikan kepada putra para almarhum yang gugur dalam tugas.

Dalam serahterima sejumlah istri penerbang dan putra putri mereka menitikkan air mata. Assyifa Diandra, 5, putri almarhum Marda Sarjono tak henti-hentinya menangis sembari memeluk ibunya, Dian Ambarwati yang baru saja menandatangani sertifikat beasiswa.

Ketika Dian Ambarwati diminta memberikan sambutan hanya mengungkapkan beberapa patah kata saja. “Kami menghaturkan terima kasih setinggi-tingginya atas perhatian, kepedulian, kasih sayang, yang tentu sangat bermanfaat terutama untuk kelanjutan masa depan kami,” ungkap Dian terbata-bata dalam kesempatan itu, Kamis (21/4).

Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Imran Baidirus memberikan semangat bagi keluarga almarhum penerbang. Ia berharap keluarga maupun putra putri almarhum bisa meneruskan cita-cita almarhum yang belum terwujud. “Semoga [beasiswa] ini bisa sebagai bekal keluarga untuk melanjutkan cita-cita almarhum dan akan memperlancar jalannya mereka ke depan,” tegasnya.

Sementara Presiden Direktur Sriwijaya Air Chandra mengaku bangga dengan almarhum. Mereka gugur dalam tugas. Pemberian beasiswa itu sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk saling membantu dan sebagain program rutin instansi yang dipimpinnya. “Semoga kecelaakan ini yang terakhir kalinya dan keluarga bisa meneruskan perjualan almarhum,” ucapnya.
Catatan Foto : Fitriana Hapsari, istri dari almarhum pilot C-130 Hercules Kapten Pnb Sandi Permana saat menandatangani penerimaan beasiswa pendidikan di Lanud Adisutjipto, Kamis (21/4).

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.NSC FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…