Ilustrasi gol sepak bola (JIBI/Harian Jogja/Dok) Ilustrasi gol sepak bola (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Jumat, 22 April 2016 08:50 WIB JIBI/SOLOPOS/Bola.com Indonesia Share :

ISC B 2016
Laga FC Prioritaskan Pemain Muda

ISC B 2016 segera digelar. Laga FC, salah satu kontestan ISC B saat ini sedang melakukan seleksi pemain. Mereka lebih memprioritaskan merekrut pemain muda.

 
Solopos.com, SIDOARJO — Setelah menggelar seleksi tahap awal pada 12 April 2016, kontestan Indonesia Soccer Championship (ISC) B asal Jatim, Laga FC, berencana menggelar seleksi tahap kedua. Seleksi tersebut rencananya digelar Jumat (22/4/2016) di Stadion Jenggolo, Sidoarjo.

Seleksi dilakukan karena seleksi pertama yang digelar masih belum mendapatkan pemain dengan kualitas seperti yang diinginkan.

“Kami sebetulnya sudah mengantongi nama-nama pemain yang masuk kualifikasi, tapi jumlahnya tidak banyak,” tutur Uston Nawawi, pelatih kepala Laga FC.

Mantan pemain Timnas Baretti itu menyebutkan dari 30 pemain seleksi tahap pertama, ia hanya mendapatkan sekitar 18 nama saja. Padahal, kuota maksimal pemain yang harus didaftarkan ke operator kompetisi PT Gelora Trisula Semesta (GTS) sekitar 28 pemain.

Jadi, masih ada 10 slot kosong yang harus diisi Uston agar daftar pemain memenuhi kuota maksimal. Itulah mengapa Laga FC harus menggelar seleksi lagi. Bukan sekadar memenuhi kuota maksimal, tapi juga menambah stok pemain di setiap posisi.

Maklum, hanya dengan 18 pemain saja terlalu riskan bagi Laga FC yang akan mengarungi turnamen jangka panjang ini. Apalagi, dari 18 pemain tersebut, dua pemain di antaranya berposisi kiper. Efektif, Laga FC hanya punya 16 pemain nonkiper.

Masih seperti misi awal yang diusung, selain untuk menanam fondasi Laga FC di kompetisi reguler, mereka juga ingin mengorbitkan pemain muda potensial. Maka itu, Laga FC bakal lebih memprioritaskan pemain muda, khususnya yang berusia U-23.

Langkah berani Laga FC dengan tidak melibatkan banyak pemain senior di dalam tim kali ini lantaran tidak ada degradasi di akhir musim ISC B 2016 sehingga apapun capaian mereka tidak memengaruhi status sebagai klub Divisi Utama.

“Istilahnya kami menanam fondasi dulu. Pemain muda kami matangkan di musim ini, dengan asumsi mereka sudah matang jika kompetisi reguler akan digelar akhir 2016 atau awal 2017 nanti,” papar Uston Nawawi, pelatih berlisensi C AFC tersebut.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…