Ilustrasi Kereta Api Ajisaka (JIBI/Solopos/Antara) Ilustrasi Kereta Api Ajisaka (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Jumat, 22 April 2016 08:20 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

INFRASTRUKTUR SLEMAN
Stasiun Maguwoharjo Dijadikan Intermoda

Infrastruktur Sleman di Maguwo akan saling terhubung.

Solopos.com, SLEMAN- Mengakomodasi wisatawan yang datang ke wilayah Jogja, Solo dan Semarang (Joglosemar), Stasiun Maguwoharjo akan dijadikan pusat transportasi terpadu atau intermoda. Dengan model seperti itu diharapkan semua destinasi wisata saling terkoneksi.

Koordinator Poros Wisata BUMN Joglosemar Edy Setijono mengatakan, meski terbilang stasiun kecil, Maguwoharjo menjadi lokasi bertemunya badan usaha milik negara (BUMN). Sebut saja PT. Angkasapura, PT Kereta Api Indoensia (KAI), Maskapai Garuda Indonesia, Bus Damri, dan lainnya.

“Diharapkan, sinergi antar BUMN diharapkan bisa menjadi smart destination yang mampu menghubungkan ke sejumlah destinasi wisata lainnya,” kata Setijono, Kamis (21/4/2016).

Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko itu menambahkan, selain moda transportasi terpadu mereka juga bersinergi dengan BUMN lainnya yang menawarkan jasa tiketing dan biro perjalanan.

“Ke depan wisatawan dapat membeli tiket ke objek wisata yang dikelola oleh masing-masing BUMN hanya melalui satu portal saja,” ujarnya.

Dengan begitu, wisman yang turun di Bandara Adisucipto dapat langsung menuju Intermoda (stasiun Maguwoharjo). Mereka tinggal memilih tujuan wisata. Jika ke Candi Borobudur akan diarahkan ke sattle Damri. Jika ingin berlibur ke Jogja, disediakan angkutan kereta api menuju Stasiun Tugu.

“Begitu sebaliknya jika wisman hendak ke Solo, tersedia kereta ke Stasiun Balapan. Di sana akomodasi dan penginapan disediakan hotel-hotel yang dikelola BUMN,” tuturnya.

Dengan metode yang saling berhubungan itu, diharapkan target untuk mendatangkan jumlah wisatawan mancanegara sebanyak 2 juta orang pada 2019 mendatang dapat dilakukan. Hanya saja, ungkap Tio, meski sinergi yang dilakukan antar BUMN tersebut dinilai ideal, bukan berarti tidak ada masalah. Sebabnya, tantangan terbesar saat ini adalah menyiapkan masyarakat yang sadar wisata.

“Masyarakat lokal harus sadar wisata. Mereka harus siap menerima wisatawan. Jangan hanya jadi penonton agar mulplayer efeknya dapat dirasakan masyarakat,” ujar Tio.

Sementara, Deputi Director Passanger Marketing & Sales PT Kereta Api Wawan Ariyanto menyatakan, untuk mendukung destinasi wisata di kawasan Joglosemar, PT KAI akan menghidupkan kembali jalur-jalur kereta api yang mati suri. Salah satu jalur yang kembali beroperasi tahun ini adalah jalur kereta Kedungjati ke Ambarawa PP.

“Tahun depan, PT KAI akan menghidupkan jalur kereta api dari Kedungjati ke Magelang.¬† Selanjutnya, dari Magelang ke Jogja,” katanya.

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…