Seorang siswa perempuan tampil membacakan puisi dalam rangka peringatan hari kartini di SD Muhammadiyah Piyaman, Wonosari, Gunungkidul, Kamis (21/4/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja) Seorang siswa perempuan tampil membacakan puisi dalam rangka peringatan hari kartini di SD Muhammadiyah Piyaman, Wonosari, Gunungkidul, Kamis (21/4/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 22 April 2016 16:55 WIB Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

HARI KARTINI
Laki-laki dan Perempuan Sama-sama Bisa Juara

Hari Kartini di SD Muhammadiyah Piyaman Gunungkidul diperingati dengan lomba

Solopos.com, GUNUNGKIDUL– Hari Kartini diperingati beberapa sekolah di Kabupaten Gunungkidul dengan berbagai rangkaian kegiatan. Hari Kartini dimanfaatkan oleh pihak sekolah untuk memperkenalkan lebih dekat sosok Kartini.

SD Muhammadiyah Piyaman, Wonosari, Gunungkidul mengadakan serangkaian acara yang diikuti oleh semua siswa dari 10 kelas siswa kelas 1 hingga 6.

Kepala Sekolah SD Muhamadiyah Piyaman Wonosari, Eni Budyati mengungkapkan pihak sekolah turut memeriahkan peringatan Hari Kartini pada 21 April secara rutin setiap tahun.
Kegiatan yang dilaksanakan antara lain lomba memasak, Kartini-Kartono, baca puisi, seni tari dan menyanyi.

Tak lupa setiap anak diwajibkan menggunakan pakaian kebaya atau pakaian adat jawa. Hal tersebut dimaksudkan agar momen hari Kartini lebih dirasakan oleh anak murid.
Selain itu, tema yang diusung dalam peringatan Hari Kartini tahun ini ialah mengambil semangat persatuan dan kesatuan.

Sekolah berharap anak murid tidak mudah terbawa arus globalisasi pada jaman modern saat ini. Hal tersebut diwujudkan dengan pentas anak murid yang menampilkan tarian dan nyanyian tradisional, khususnya daerah Jawa.

“Anak harus menjaga persatuan di dalam lingkungan sekolah, salah satunya dengan tidak saling mengejek satu dan lainnya,” kata dia, Kamis (21/4/2016).

Sementara itu terkait dengan Hari Kartini, Eni melanjutkan, bahwa ingin menutup perbedaan yang ada diantara murid laki-laki dan perempuan. Menurutnya, siswa perempuan tidak boleh kalah dengan laki-laki terlebih dalam hal prestasi.

Siswa perempuan juga harus mampu mendapatkan juara dan dalam peringatan Hari Kartini kali ini setiap siswa perempuan harus tampil berani menunjukkan kreatifitas mereka di atas panggung pentas.

“Perempuan banyak yang mendapat juara kelas. Hal itu membuktian siswa perempuan tidak kalah dengan laki-laki. Sekolah ingin semua siswa baik laki-laki maupun perempuan menjadi generasi yang berkarakter,” kata dia lagi.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…