Kondisi jalan dan rumah di Dukuh Krajan, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Ponorogo, yang retak-retak akibat tanah bergerak. (Istimewa)
Jumat, 22 April 2016 11:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

BENCANA PONOROGO
Tanah Bergerak di Slahung Rusak 6 Rumah, 29 Keluarga Waswas

Bencana Ponorogo berupa tanah bergerak di Slahung membuat enam rumah rusak.

Solopos.com, PONOROGO — Pergerakan tanah terjadi di Dukuh Krajan, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Ponorogo, sejak sepekan terakhir. Akibatnya enam rumah milik warga setempat mengalami retak-retak dan rusak.

Saat ini, enam keluarga yang rumahnya retak-retak mengungsi ke tempat saudara yang dianggap lebih aman. Warga takut ketika tanah kembali bergerak dan mengakibatkan rumah mereka roboh.

Salah seorang warga Dukuh Krajan, Lasno, mengatakan sudah beberapa hari mengungsi ke rumah saudara yang dianggap lebih aman. Sejak tanah di wilayahnya terus bergerak mengakibatkan tembok rumah retak-retak yang mencapai 15 cm.

“Saya takut kalau tinggal di dalam rumah itu dan kemudian tanah bergerak lagi dan mengakibatkan rumah roboh. Selain itu, akibat tanah gerak itu juga bisa mengakibatkan tanah longsor. Lebih baik mencari tempat yang lebih aman,” kata dia, Kamis (21/4/2016).

Perangkat Desa Tugurejo, Mujianto, mengatakan sudah sepekan di Desa Tugurejo mengalami fenomena tanah gerak. Tanah gerak ini mengakibatkan enam rumah rusak dan sejumlah jalan juga mengalami kerusakan.

Dia menyampaikan saat ini ada enam keluarga yang telah mengungsi ke rumah saudaranya karena kondisi lingkungan dianggap masih mengancam.

Selain enam keluarga yang mengungsi, tanah gerak itu juga membuat khawatir 29 keluarga di Desa Tugurejo. Mereka takut ketika bencana alam itu menerjang mereka saat terlelap tidur.

“Pemerintah sudah melakukan peninjauan ke lokasi tanah gerak dan menyarankan enam keluarga yang terdampak untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Apalagi, saat ini curah hujan cukup tinggi, tentu akan semakin membahayakan,” jelas dia.

Kolom

GAGASAN
Tantangan Guru pada Era Digital

Gagasan ini dipublikasikan Harian Solopos edisi Sabtu (25/11/2017). Esai ini karya Novy Eko Permono, alumnus Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah novyekop@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Krisis multidimensional yang dihadapi bangsa Indonesia semakin pelik mana kala arus…