Ilustrasi mayat bayi (Bbc.co.uk) Ilustrasi bayi (JIBI/Dok)
Jumat, 22 April 2016 07:40 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

ANAK TELANTAR
Bayi Perempuan Ditemukan di Bak Sampah

Jasad bayi yang masih lengkap dengan ari-arinya itu ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB

 

 

Solopos.com, JOGJA-Petugas kebersihan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Jogja dikagetkan dengan temuan sosok mayat bayi berjenis kelamin perempuan di tempat pembuangan sampah di Jalan Temoyo, Kotabaru, Gondokusuman, Jogja, Kamis (21/4).

Informasi yang dihimpun, jasad bayi yang masih lengkap dengan ari-arinya itu ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB. Pagi itu, empat petugas kebersihan BLH Kota Jogja yang rutin mengangkut sampah dari penampungan sementara ke pembuangan akhir itu curiga saat mengangkut plastik warna hitam karena terasa berat untuk dipindahkan ke dalam truk sampah.

Petugas pun penasaran dan menyobek sedikit dari bagian plastik. Tampak terlihat bagian kaki bayi dari dalam bungkusan plastik. Setelah dibuka keseluruhan, nampak jasad bayi perempuan lengkap dengan ari-arinya. Bayi tersebut diduga baru dilahirkan beberapa jam sebelum dibuang karena terdapat darah segar dari sekujur tubuh bayi.

Kanit Reskrim Polsek Gondokusuman, Iptu Purnomo membenarkan penemuan mayat bayi tersebut. Setelah mendapat laporan, polisi bersama tim medis dari Puskesmas Gondokusuman langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi.

Dari keterangan tim medis, kata Purnomo, diduga bayi itu baru dilahirkan sekitar enam jam sebelum dibuang. Pihaknya masih menyelidiki pelaku pembuangan bayi tersebut, “Untuk jenazah bayi sudah dibawa ke Rumah Sakit Sardjito,” kata Purnomo.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…