Chairman Ideafast 2016 Ben Subiakto (dua kiri), Co-Founder Indovidgram Vendryana (tengah), Co-Founder Indovidgram Benakribo (dua kanan), menjadi pembicara dalam talkshow Ideafest di Yogyatorium Jogja, Kamis (21/4/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja) Chairman Ideafast 2016 Ben Subiakto (dua kiri), Co-Founder Indovidgram Vendryana (tengah), Co-Founder Indovidgram Benakribo (dua kanan), menjadi pembicara dalam talkshow Ideafest di Yogyatorium Jogja, Kamis (21/4/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 22 April 2016 20:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PELUANG USAHA
Tahun 2019, Creator Video Jadi Mata Pencaharian

Peluang usaha pada tahun 2019, diperkirakan pencipta video akan menjadi mata pencaharian

 

Solopos.com, JOGJA-Pencipta video berdurasi pendek akan mendapat peluang besar pada 2019 nanti. Pasalnya, 80% konten di internet sudah tidak didominasi tulisan melainkan lebih pada konten video.

“Prediksinya 2019 nanti 80 persen konten internet adalah video. Ini menjadi peluang bagi creator [pencipta] video untuk semakin berkarya,” kata Co-Founder Indovidgram, Benakribo, saat mengisi talkshow Ideafest di Yogyatorium Jl. Gedong Kuning Selatan No.128 Jogja, Kamis (21/4/2016).

Menurutnya video menawarkan banyak unsur mulai dari suara, gerakan hingga tulisan. Lain dengan blog yang hanya memberikan sajian tulisan. Faktor ini yang membuat video lebih menarik masyarakat.

Saat ini ia melihat creator video di Indonesa mulai tumbuh. Para creator tidak hanya menyajikan video pendek bergenre komedi tetapi sudah melebar hingga genre animal atau binatang. Seperti video yang sudah tampil di Indovidgram, banyak genre yang disajikan. Mulai dari seni, travel, musik, hingga anak-anak.

Co-Founder Indovidgram lainnya Vendryana menambahkan, saat ini anak muda yang berani menunjukkan jati dirinya sebagai creator video semakin banyak.

Creator Indovidgram sendiri tercatat tersebar di 42 kota di Indonesia. Ia menyebut, creator video Jogja termasuk creator paling kreatif yang mampu menciptakan tayangan video berkualitas baik.

“Melalui video, lakukan apa yang kalian suka dan sesuai kapasitas kalian. Seperti yang suka masak tapi malu tampil di kamera, bisa hanya tangannya saja yang diperlihatkan,” kata Vendry.

Peluang bagi creator video untuk berbisnis akan semakin terbuka. Pasalnya dari hanya sekedar menyalurkan hobi membuat video berdurasi hanya 15 detik, mampu mendatangkan rupiah jika video tersebut banyak ditonton masyarakat.

“Creator video bisa menjadi mata pencaharian baru,” imbuh Chairman Ideafast 2016, Ben Subiakto, yang juga hadir dalam talkshow tersebut.

Ia bahkan mengatakan, banyaknya masyarakat yang menyaksikan tayangan video di media sosial, membuat banyak pengiklan yang dulu memasang iklan di televisi dan surat kabar, saat ini beralih memasang iklan produknya di media sosial.

lowongan kerja
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….