Wisatawan antre di depan pintu masuk Gua Pindul. (JIBI/Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah)
Kamis, 21 April 2016 08:55 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

WISATA GUNUNGKIDUL
Pindul Sebagai Kawasan Minat Khusus, Apa Syaratnya

Wisata Gunungkidul kaya, tetapi belum sesuai rencana

Solopos.com, GUNUNGKIDUL– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyadari upaya menjadikan Gua Pindul di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo sebagai wisata dengan minat khusus belum terealisasi.Objek ini masih bersifat mass tourism dan belum ada pembatasan jumlah pengunjung.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gunungkidul Saryanto  menjelaskan, sebagai objek wisata minat khusus harusnya ada pembatasan jumlah pengunjung. Upaya itu dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan di sekitar gua sehingga tidak mengalami kerusakan. “Kita baru akan melakukan kajian ilmiah tentang kondisi hingga kapasitas daya tampung di Pindul seperti apa,” ungkapnya.

Menurut dia, kajian ini sangat penting untuk pengembangan kawasan obyek wisata Gua Pindul. Langkah awal untuk melakukan kajian, disbudpar sudah melakukan koordinasi dengan akademisi. Harapannya penelitian bisa dilakukan dalam waktu dekat ini sehingga hasilnya bisa segera diketahui bersama.

“Kajian ini akan menjadi dasar untuk pembatasan jumlah wisatawan yang masuk setiap harinya,” kata Saryanto.

Selain upaya kajian ilmiah, untuk pengelolaan yang lebih baik juga dilakukan melalui sosialisasi. Rencananya pada Jumat (23/4/2016) akan digelar pelatihan untuk menambah kemampuan dan ketrampilan anggota kelompok sadar wisata.

“Operator Pindul akan dilibatkan dan dengan bersamaan kegiatan itu akan kami berikan sosialiasi akan pentingnya menjaga ekosistem dan kelestarian lingkungan di sekitar obyek,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Disbudpar Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan, di kawasan Desa Bejiharjo sudah pernah dilakukan kajian untuk pengendalian dampak lingkungan. Namun kajian ini belum secara spesifik ke Gua Pindul karena masih sebatas kawasan secara umum. “Tahun ini baru akan dilakukan kajian secara spesifik. Selain pindul, rencananya penelitian ini juga dilakukan di cagar budaya Sokoliman,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, rekomendasi dari Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) dibutuhkan untuk mengontrol jumlah wisatawan yang masuk ke Pindul. “Pembatasan dibutuhkan untuk menjaga kelestarian lingkungan di sana [Pindul],” katanya.

Manajerial Pengeloaan Masih Kacau

Permasalahan Pindul tidak hanya masalah konservasi lingkungan, karena masalah pengelolaan juga mendapatkan sorotan di akhir-akhir ini. Rapat mediasi antar pengelola yang difasilitasi disbudpar pada Selasa (19/4/2016) tak membuahkan hasil apa-apa karena pengelola masih bersikukuh pada pandangan masing-masing.

Salah satu keluhan diungkapkan oleh Ketua Sekretariat Gelaran Indah Sugito. Menurut dia, pihaknya siap diajak kerja sama. hanya saja, dirinya menolak dengan konsep yang ditawarkan oleh Pokdarwis Dewa Bejo.

Baginya pungutan sebesar Rp10.000 per pengunjung agar bisa masuk ke Pindul tidak bisa diterima, karena secara prosedural Gelaran Indah sudah bekerja sama dengan pihak asuransi untuk menjamin keselamatan pengunjung.

“Katanya uang itu untuk asuransi dan biaya sewa peralatan. Hal inilah yang tidak kami setujui karena fasilitas itu sudah dimiliki,” katanya.

Dia mengatakan, oleh pemkab diberi waktu selama lima hari untuk menyelesaikan permasalahan perbedaan pendapat itu. kesempatan itu, kata Sugito, akan dilakukan untuk konsolidasi internal sika papa yang akan diambil oleh Gelaran Indah. “Kami akan rapat dulu, baru ambil sikap,” katanya.

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…