Tim Identifikasi dari Laboratorium Forensik melakukan olah TKP ulang di depan UD Dadi, Jalan Kebonagung, Dusun Kronggahan, Sendangadi, Mlati, Sleman, Senin (18/4/2016) pukul 13.00 WIB. (Sunartono/JIBI/Harian Jogja) Tim Identifikasi dari Laboratorium Forensik melakukan olah TKP ulang di depan UD Dadi, Jalan Kebonagung, Dusun Kronggahan, Sendangadi, Mlati, Sleman, Senin (18/4/2016) pukul 13.00 WIB. (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 21 April 2016 18:20 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

SIMPATISAN PPP DILEMPAR BOM
PPP Bentuk Timsus Bantu Polisi Cari Pelempar Bom

Simpastian PPP dilempar bom saat kegatan PPP di Sleman ditindaklanjuti DPW PPP

Solopos.com, SLEMAN – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DIY membentuk tim khusus untuk membantu kepolisian dalam mengungkap kasus tewasnya simpatisan partai berlambang kakbah tersebut. Polisi tengah mengerahkan seluruh daya guna menangkap pelaku karena peristiwa itu menjadi perhatian publik.

(Baca juga : KONFLIK SIMPATISAN : Polisi Sudah Periksa 6 Saksi Kasus Pelemparan Peledak Simpatisan PPP)

Simpatisan PPP bernama Didin Suparyanta, 17, warga Bolawen, Tlogoadi, Mlati, Sleman tewas karena dilempar bahan peledak oleh orang tak dikenal saat pulang dari mengikuti acara Tabligh Akbar PPP, Minggu (17/4/2016).

Tim Labfor Mabes Polri bersama Polda DIY melakukan olah TKP ulang pada Senin (18/4/2016), menemukan jelaga, mesiu dan serpihan kertas, kain di tubuh korban maupun sekitar TKP. Hingga Rabu (20/4/2016) polisi masih memeriksa delapan saksi.

Ketua DPW PPP DIY Syukri Fadholi menjelaskan, pasca kejadian yang mengakibatkan meninggalkan simpatisan PPP pihaknya mengintruksikan kepada seluruh kader di DIY untuk tetap tenang. Partai menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus itu kepada polisi untuk mengungkap dan menangkap pelaku.

Pihaknya tidak memberikan target kepada polisi sampai kapan harus tertuntaskan. Alasannya, karena polisi dinilai telah memahami bahwa kasus itu cukup menjadi perhatian sehingga ia percaya akan serius ditangani secara cepat. “Karena ini bisa berpengaruh kepada stabilitas daerah, kami percayakan pada polisi,” tegasnya, Rabu (20/4/2016).

Syukri menambahkan, selain itu di jajaran DPW PPP telah membentuk tim khusus dalam kaitan menangani kasus tersebut. Selain jajaran DPW, tim ini beranggotakan sejumlah kader daerah untuk mencermati dan mengawal perkembangan kasus.

Pentingnya tim ini adalah, selalu siap untuk membantu kepolisian jikwa sewaktu-waktu dibutuhkan dalam kaitan mendapatkan informasi terbaru. Bahkan, kata dia, jiwa polisi masih kekurangan saksi guna mencari petunjuk, tim akan mengusahakan mencarikan saksi maupun pihak lain yang bisa dimintai keterangan demi menambah kevalidan data penyelidikan tanpa melakukan intervensi terhadap kepolisian.

Menurut Syukri, hal itu telah dilakukan ketika mendapatkan closed circuit television (CCTV) dari salahsatu tempat usaha tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). CCTV tersebut, kata dia, didapatkan tim dari PPP kemudian bersama-sama diambil bersama kepolisian untuk menambah data pengungkapan.

“Waktu itu saya kesana beberapa jam setelah kejadian. Kader kami ada yang menyampaikan kalau tak jauh dari lokasi ada CCTV. Lalu kita ambil bersama-sama kepolisian untuk menambah data. Intinya kami dari DPW selalu siap sewaktu-waktu jika dimintai bantuan polisi dalam kasus ini,” tegas dia.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Sepuh Siregar menjelaskan, untuk menangani kasus yang menjadi perhatian publik Polres Sleman juga telah membentuk tim khusus. Bahkan dibantu dari Polda DIY.

Memasuki hari ketiga pasca kejadian pihaknya masih berupaya mengumpulkan keterangan sebanyak-banyaknya untuk menyelidiki siapa pelaku pelempar bahan peledak tersebut. Selain itu, pihaknya juga menunggu kesimpulan hasil laboratorium forensik sebagai data pendukung agar tidak mentah di kemudian hari.

“Masih kita cari [siapa pelakunya]. Pokoknya kita mengumpulkan keterangan sebanyak-banyaknya,” tegas dia kemarin.

Orangtua korban, Walgiyono sangat berharap polisi bisa menangkap pelempar bahan peledak yang menewaskan anak keduanya itu. Ia ingin pelaku dihukum seberat-beratnya. Almarhum Didin, kata dia, secara sukarela bergabung menjadi simpatisan PPP sejak pertengahan 2015 silam.

LOWONGAN PEKERJAAN
DIBUTUHKAN TENAGA JAHIT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…