Ilustrasi topi perlambang wibawa polisi. (JIBI/Solopos.com/Dok.) Ilustrasi topi perlambang wibawa polisi (JIBI/Solopos.com/Dok.)
Kamis, 21 April 2016 06:20 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

POLDA DIY
Setahun Menjabat, Kapolda Diganti

Polda DIY memiliki pemimpin baru.

Solopos.com, SLEMAN – Jabatan Kapolda DIY kembali mengalami pergantian. Setelah lebih dari setahun berkantor di Mako Polda DIY, Jalan Ringorad Utara, Depok, Sleman, Kapolda DIY Brigjen Pol Erwin Triwanto harus menyerahkan jabatan itu kepada Brigjen Pol. Prasta Wahyu Hidayat.

Erwin Triwanto resmi menduduki kursi Kapolda DIY pada 18 Maret 2015 saat masih berpangkat Kombespol. Selama menjabat sebagai Kapolda, prestasi Erwin yang paling mencolok adalah adalah mampu menangkap pelaku penculikan Dokter Rica Tri Handayani yang sekaligus membongkar eksodus besar-besaran Ormas Gafatar ke Pulau Kalimantan. Dampak dari ungkap kasus itu, negara harus mengembalikan ribuan warga yang direkrut ormas Gafatar ke keluarga masing-masing. Tetapi ia juga meninggalkan sejumlah pekerjaan rumah salahsatunya ungkap kasus tewasnya simpatisan PPP di wilayah hukum Polres Sleman.

Adapun pengganti Erwin adalah Brigjen Pol Prasta Wahyu Hidayat. Di korps baju cokelat, Prasta Wahyu dibesarkan di Unit Intelkam. Setelah menjabat sebagai Kapolres Cilacap pada 2003, pria berumur 53 tahun ini pernah menduduki jabatan strategis di Intelkam, seperti Dir Intelkam Polda Sumatera Utara, Direktur Jawa dab bali Deputi II Badan Intelijen Negara dan Kepala Biro Perencanaan Baintelkam Mabes Polri.

Kabid Humas Polda DIY AKBP Anny Pudjiastuti menjelaskan, rotasi jabatan itu berdasarkan Surat Telegram Kapolri nomor ST/972/IV/2016 tertanggal 19 April 2016 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan jabatan di Lingkungan Polri. Brigjen Pol Prasta Wahyu sebelumnya menjabat sebagai Karorenmin Baintelkam Mabes Polri. Sedangkan Brigjen Pol Erwin Triwanto akan menduduki jabatan baru sebagai Kapolda Kalimantan Selatan.

“Serah terima jabatan di Mabes telah dilakukan hari ini [kemarin]. Untuk di Mapolda DIY akan dilaksanakan hari Jumat [besok],” terang Anny, Rabu (20/4/2016).

Anny menambahkan, dalam sertijab Kapolda seringkali dimanfaatkan pihak tertentu untuk mencari keuntungan dengan mengatasnamakan pejabat Polda DIY maupun Mabes Polri meminta bantuan tertentu. Ia mengimbau, jika ada pihak yang mengatasnamakan Polda DIY meminta sumbangan untuk kelancaran Sertijab sebaiknya jangan ditanggapi. Karena Polda DIY tidak pernah meminta apapun dari masyarakat maupun instansi lain dalam kaitan Sertijab Kapolda.

“Kalau misalnya ada yang mengaku pejabat Polda meminta sumbangan, sebaiknya langsung melaporkan ke Bidang Propam Polda DIY,” tegasnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
Taman Pelangi Jurug, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…