Suasana kawasan Benda Cagar Budaya (BCB) di Alun-alun Selatan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Senin (18/4/2016). Anggota DPRD Solo mengusulkan Alun-alun Selatan menjadi lokasi untuk menampung pedagang kaki lima (PKL) Sunday Market yang akan direlokasi dari kompleks Stadion Manahan. (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)
Kamis, 21 April 2016 21:40 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

PKL SOLO
Warga Cemas Alkid Makin Semrawut

PKL Solo, rencana Sunday Market pindah di Alkid membuat warga sekitar waswas.

Solopos.com, SOLO–Sejumlah warga khawatir lalu lintas di kawasan Alun-alun Kidul (Alkid) Keraton Solo berubah semakin macet setelah Alkid digunakan untuk aktivitas perdagangan pedagang kaki lima (PKL) Sunday Market.

Warga Kelurahan Danukusuman, Serengan, Solo, Tri Mulyono, mengatakan lalu lintas di kawasan Alkid kini terpantau ramai. Dia menyesalkan rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Solo merelokasi seribuan PKL Sunday Market dari kompleks Stadion Manahan ke Alkid karena semakin mengancam kenyamanan lalu lintas di kawasan Alkid.

“Sudah banyak kendaraan yang berlalu lalang di kawasan Alkid. Mulai dari warga sekitar hingga kendaraan para wisatawan yang berkunjung ke Keraton memadati jalan di kawasan di Alkid. Warga tentu khawatir lalu lintas di kawasan Alkid akan semakin sulit dilalui kendaraan setelah Alkid digunakan untuk kegiatan Sunday Market,” kata Mulyono kepada Solopos.com di Alkid, Kamis (21/4/2016).

Mulyono menilai kemacetan lalu lintas di kawasan Alkid setiap Minggu pagi hingga siang bukan hanya dipengaruhi oleh banyaknya kendaraan yang melintas, melainkan aktivitas masyarakat atau pengunjung Sunday Market di tengah jalan. Menurut dia, sangat tidak mungkin masyarakat bisa diatur untuk hanya beraktivitas di dalam Alkid. Lagi pula, mereka harus berjalan dari tempat parkir ke lokasi para PKL.

“Lokasi parkir selama ini menempati beberapa lokasi di tepian Alkid. Saya rasa hal itu juga akan diterapkan saat pelaksanaan Sunday Market pada Minggu pagi. Pengunjung otomatis harus berjalan kaki dari tempat parkir ke Alkid. Keberadaan mereka tentu memengaruhi kelancaran lalu lintas kendaraan di jalan,” jelas Mulyono.

Mulyono tidak sepakat apabila Pemkot maupun Keraton memanfaatkan badan jalan di kawasan Alkid untuk tempat parkir saat pelaksanaan Sunday Market. Dia menginginkan badan jalan bebas dari kendaraan. Apabila dimanfaatkan untuk parkir, lalu lintas di kawasan Alkid bakal semakin macet. Mulyono meminta kendaraan hanya boleh diparkirkan di tepian Alkid.

“Penataan parkir yang akan repot apabila PKL Sunday Market tetap dipertahankan pindah ke Alkid. Aktivitas perdagangan Sunday Market di Alkid mungkin akan berdampak positif terhadap pendapatan warga sekitar. Namun, akan ada banyak kerugian yang akan ditanggu masyarakat luas, seperti kemacetan lalu lintas,” tanggap Mulyono yang kerap berolahraga di Alkid.

Senada, warga Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo, Usman, menyampaikan keberadaan PKL Sunday Market mengancam kenyamanan penghobi olahraga. Menurut dia, aktivitas seribuan PKL ditambah pengunjung bisa merusak lapangan di Alkid yang kerap digunakan untuk berolahraha. Usman yakin beberapa pihak yang telah menyewa Alkid untuk bermain sepak bola akan kecewa.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. ARTHA PRIMA FINANCE CAB SOLO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pertanian Maju, Petani Sejahtera

Gagasa ini dimuat Harian Solopso edisi Kamis (16/11/2017). Esai ini karya Budi Sutresno, anggota staf Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar. Solopos.com, SOLO–“Maju Pertaniannya, Sejahtera Petaninya” adalah semacam doa yang diilhami dari tagline Pemerintah Kabupaten Karanganyar menjelang perayaan seabad Kabupaten…