Wanita Polisi yang akrab disapa Polwan Satuan Lalu Lintas Polres Karanganyar mengenakan baju kebaya saat mengatur lalu lintas dan mengampanyekan keselamatan berlalu lintas di perempatan depan Mapolres Karanganyar, Rabu (20/4/2016). (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos)
Kamis, 21 April 2016 11:15 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

PERINGATAN HARI KARTINI
Begini Polwan Cantik Karanganyar Peringati Hari Kartini

Peringatan Hari Kartini dilakukan Polwan Karanganyar dengan kegiatan unik.

Solopos.com, KARANGANYAR – Sejumlah wanita polisi yang akrab disapa Polwan dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karanganyar berpenampilan lain daripada biasanya. Mereka mengenakan baju kebaya modern warna biru tosca dan celana cokelat khas anggota Polri. Mereka mengenakan topi pet polwan Bintara Polri dan selempang warna biru dongker.

Selempang bertulis Pelopor Lalu Lintas.  Mereka juga merias wajah secara minimalis. Warna bibir merah muda dan semburat warna merah muda pada tulang pipi.

“Kegiatan rutin pengaturan lalu lintas. Kebetulan bertepatan Hari Kartini. Kami menarik perhatian masyarakat dengan tampil beda dan lebih segar. Sasaran kami pengendara roda dua karena angka kecelakaan lebih banyak dialami pengendara sepeda motor,” kata Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Suryo Wibowo, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Mahedi Surindra, saat ditemui wartawan di sela-sela kegiatan, Rabu (20/4/2016).

Mereka mengatur lalu lintas dan membagikan selebaran kepada pengguna jalan di perempatan dekat Mapolres Karanganyar. Mereka juga mengingatkan pengguna sepeda motor untuk mengaitkan tali helm. Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Sumber Daya (Sumda) Polres Karanganyar, Kompol Sukarsi, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Mahedi Surindra, menyampaikan setiap Polwan wajib berpenampilan menarik. Sukarsi menyampaikan Polwan mendapatkan uang tunjangan rias dari Polres Rp50.000 per orang per bulan.

“Polwan harus tampil rapi dan menarik selayaknya perempuan. Harus tahu cara merias dan mematut diri. Tunjangan rias itu stimulan,” ujar dia.

Sukarsi menyampaikan selalu membawa alat rias. Tetapi, alat itu tidak dipakai sendiri. Sejumlah Bintara Polwan sering meminjam sewaktu-waktu.

“Polwan Bintara itu kadang pating kecumut setelah bertugas. Saya panggil untuk memperbaiki riasan. Polres tidak mengatur model riasan, tetapi tidak boleh terlalu tebal dan mencolok. Kami tegur jika riasan menor,” tutur dia.

Di sisi lain, Sukarsi memastikan 47 Polwan di Polres Karanganyar siap bertugas kapan pun dan dimana pun. “Polwan itu harus gesit. Masuk jadi Polwan itu susah. Selain siap fisik juga harus punya mental kuat.”

 

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…