Ilustrasi stasiun pengisian bahan bakar minyak (Wahyu Darmawan/JIBI/Bisnis) Ilustrasi bahan bakar minyak (Wahyu Darmawan/JIBI/Bisnis)
Kamis, 21 April 2016 03:00 WIB JIBI/Solopos/Newswire Sains Share :

PENELITIAN BARU
BPPT Teliti Green Petroleum untuk Gantikan BBM Fosil

Penelitian baru dilakukan BBPT dalam mengembangkan green petroleum.

Solopos.com, JAKARTA — Pusat Teknologi Sumber Daya Energi dan Industri Kimia Badan Pengkajian dan Penetapan Teknologi (BPPT) mengembangkan green petroleum yang bisa menjadi pengganti bahan bakar minyak (BBM) dari fosil.

Direktur Pusat Teknologi Sumber Daya Energi dan Industri Kimia BPPT Adiarso, mengatakan green petroleum bisa menggantikan BBM meskipun tidak sama persis.

“Green petroleum ini 80%-100% bisa menggantikan BBM, karena struktur kimianya mirip. Mirip loh ya, bukan sama,” kata Adiarso, seperti dilansir Antara, Rabu (20/4/2016), di Jakarta.

“Dari sisi fungsi memang berbeda, kalau biofuel yakni biodiesel atau bioethanol itu cuma bisa 20% kalau ini bisa gantikan 100%,” katanya tentang green petroleum, yang dikembangkan dari biomassa berbahan limbah sawit.

Adiarso menjelaskan saat ini BPPT baru mengembangkan green petroleum di laboratorium bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral.

Ia menambahkan paling tidak masih butuh waktu dua hingga tiga tahun untuk membuat bahan bakar alternatif itu di pabrik percontohan. “Pengkajian hingga penerapan teknologi ini sejak awal hingga akhir bisa saja memakan waktu lima hingga sepuluh tahun. Untuk bisa membuat sebuah pilot plant minimal dibutuhkan dana Rp5 miliar,” ujar dia.

Ia mengatakan pemanfaatan potensi biomassa harus segera diperluas mengingat Indonesia sudah menjadi net importir minyak bumi dan cadangan batubaranya diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan energi hingga 2030.

“Batubara hanya terasa 23% dan berkualitas rendah karena yang kualitas baik sudah diekspor semua. Maka di 2031, Indonesia sudah akan menjadi net importir untuk semua energi jenis fosil,” ujar dia.

Biomassa, menurut dia, bisa menjadi pilihan karena mampu berperan ganda, sebagai sumber bahan bakar padat yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik, bahan bakar cair untuk menggantikan BBM dan gas untuk menggantikan LPG.

Sumber bahan bakar berbasis sawit, ia menjelaskan, menjadi pilihan strategis karena Indonesia merupakan penghasil minyak sawit mentah terbesar di dunia dengan produksi mencapai 32 juta ton per tahun berikut limbah cair dan padatnya.

Sejauh ini, ia mengatakan, inovasi teknologi bahan bakar berbasis sawit BPPT mencakup Pure Plant Oil (PPO), biodiesel, green petroleum, dimethyl ether, bioethanol, dan biogas.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…