Para pendamping desa yang tergabung dalam Barisan Nasional Pendamping Desa (BNPD) bersalaman dengan Wakil Bupati Boyolali, M.Said Hidayat, setelah audiensi, Kamis (21/4/2016). (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos) Para pendamping desa yang tergabung dalam Barisan Nasional Pendamping Desa (BNPD) bersalaman dengan Wakil Bupati Boyolali, M.Said Hidayat, setelah audiensi, Kamis (21/4/2016). (Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos)
Kamis, 21 April 2016 15:40 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Boyolali Share :

PENDAMPING DESA
Setelah Ke DPRD Boyolali, BNPD Mengadu ke Wabup

Pendamping desa, para pendamping desa menolak rencana seleksi ulang.

Solopos.com, BOYOLALI–Barisan Nasional Pendamping Desa (BNPD) terus menyuarakan aspirasinya menolak rencana seleksi ulang pendamping desa.

Setelah mengadu ke DPRD Boyolali pada Rabu (20/4/2016), BNPD giliran menemui Wakil Bupati (Wabup) Boyolali, M.Said Hidayat, Kamis (21/4/2016). Kepada Wabup, BNPD kembali mengadukan nasibnya karena harus mengikuti seleksi ulang untuk menjadi pendamping desa.

Wabup berjanji akan memperjuangkan nasib pendamping desa eks pendamping Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). “Akan kami sampaikan kepada Bupati [Seno Samodro] terkait langkah yang akan dilakukan. Untuk saat ini, kami minta para pendamping desa tetap tenang dan bekerja sesuai kontrak,” kata Said.

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…