garis polisi Ilustrasi garis polisi (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS)
Kamis, 21 April 2016 14:48 WIB JIBI/Solopos/Newswire Hukum Share :

PEMBUNUHAN TANGERANG
Kisah Asmara Agus-Nuri di Kontrakan yang Berujung Kehamilan & Mutilasi

Pembunuhan Tangerang yang diwarnai mutilasi terbongkar. Kisah asmara Agus-Nuri di kontrakan itu berujung kehamilan, pertengkaran, dan mutilasi.

Solopos.com, JAKARTA — Penyidik Polda Metro Jaya menduga pelaku mutilasi Kusmayadi alias Agus, 31, menjalin hubungan asmara dengan korban Nur Atikah alias Nuri, 33. Mereka menjalin hubungan intim hingga Nuri hamil dan meminta pertanggungjawaban si pelaku.

“Pelaku mengaku telah berhubungan dengan korban sejak September 2015,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti di Jakarta, Kamis (21/4/2016), dikutip Solopos.com dari Antara.

Agus berkenalan dengan Nuri saat pindah tugas dari Rumah Makan Padang Gumarang di Cikande Serang ke Cikupa Kabupaten Tangerang Banten sekitar Juli 2015 atau dua hari setelah korban keluar kerja. Korban yang bertugas sebagai pelayan itu mulai berkomunikasi melalui telepon selular. Namun beberapa waktu kemudian menjalani hubungan asmara.

Pelaku sempat putus komunikasi dengan korban namun akhirnya kembali berhubungan melalui pesan singkat telepon selular. Korban mengajak bertemu pelaku untuk bercerita di KFC Citra Raya Cikupa, Tangerang, Banten. Pelaku yang mengaku sebagai bujang dan Nuri berstatus janda kemudian sepakat mencari kontrakan di dekat Pasar Cikupa.

Karena tinggal satu kamar kontrakan, kedua pasangan itu kerap berhubungan intim. Korban mulai mengetahui status Agus sudah beristri sehingga terjadi pertengkaran. Saat akhirnya Nuri dinyatakan hamil, dia meminta Agus menemui orang tuanya di Malimping, Banten, untuk bertanggung jawab dan melamarnya.

Informasi yang dikutip Bisnis.com dari Tempo.co, pertengkaran hebat terjadi pada Minggu (10/4/2016). Saat itulah Agus tega menghabisi nyawa perempuan malang yang sedang mengandung 7 bulan itu dengan cara membanting dan memiting korban.

Setelah membunuh, Agus memotong tangan dan kaki korban menggunakan golok. Malam harinya, dia meminta bantuan temannya, Erik, untuk membuang potongan tangan korban ke tempat pembuangan sampah Bugel, Tigaraksa.

Polisi membekuk tersangka Agus di Rumah Makan Padang Sari Bundo Jalan Masrip Karangtilang Surabaya Jawa Tiimur pada Rabu (20/4/2016) siang. Sebelumnya, sesosok wanita dalam kondisi hamil ditemukan tewas tanpa lengan dan kaki di sebuah kontrakan kawasan Telagasari RT 12/01 Telagasari Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Rabu (13/4/2016) pagi.

LOWONGAN PEKERJAAN
WEDHANGAN GULO KLOPO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…