Seorang awak angkudes tengah menunggu penumpang di Terminal Prambanan, beberapa waktu lalu. (JIBI/Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati) Seorang awak angkudes tengah menunggu penumpang di Terminal Prambanan. (JIBI/Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati)
Kamis, 21 April 2016 17:55 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

NASIB ANGKUTAN UMUM
Nasib Angkudes Tinggal Menunggu Waktu

Nasib angkutan umum di Sleman hanya tinggal menunggu waktu

Solopos.com, SLEMAN– Keberadaan transportasi massal seperti angkutan desa (angkudes) membutuhkan perhatian pemerintah. Jika tidak pemerintah tidak turun tangan, bisa dipastikan banyak pengusaha angkudes yang gulung tikar.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sleman Juriyanto mengatakan, tantangan transportasi umum ke depan sangat berat. Selain masalah tarif, pelaku usaha di bidang ini juga menghadapi banyak persoalan.

Salah satunya, pertumbuhan kendaraan bermotor terutama roda dua yang setiap tahun semakin meningkat. Kondisi tersebut berdampak pada semakin turunnya pendapatan pelaku usaha angkudes.

Dia mencontohkan, saat ini setoran per hari untuk angkudes rata-rata Rp40.000 saja. Kondisi tersebut terjadi lantaran minat masyarakat untuk menggunakan jasa transportasi angkudes terus menurun. Belum lagi saat ini banyak transportasi massal sepeda motor berbasis online.

Baik langsung maupun tidak, hal itu dapat memengaruhi keberadaan transportasi massal. “Kalau ini dibiarkan, pemerintah tidak turun tangan, maka akan banyak pengusaha angkudes yang kolaps,” ujarnya kepada Solopos.com, Rabu (20/4/2016).

Dia memberikan data, saat ini jumlah angkudes yang terdaftar di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sleman berjumlah 144 unit. Namun faktanya, beroperasi hanya 94 unit saja. Sekitar 50 unit sudah tidak beroperasi lantaran sepinya penumpang yang menggunakan jasa angkutan massal.

“Kalau tidak ada perhatian pemerintah seperti subsidi atau pinjaman lunak, ini sangat berat. Angkudes bisa mati suri,” ujarnya.

Sejatinya, Organda bertahun-tahun lamanya menyuarakan itu. Sayangnya, sampai saat ini belum ada langkah konkret dari pemerintah untuk menyelamatkan Angkudes.

“Ini persoalan lama yang belum dilakukan pemerintah. Maaf, sekali lagi, jika pemerintah tidak turun tangan, maka nasib Angkudes tinggal menunggu waktu,” ujarnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.ARTABOGA CEMERLANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…