Kamis, 21 April 2016 07:40 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

KONTES ROBOT
STTNas Kirim Delegasi Pada KRI 2016

Dalam kontes tersebut, STTNas akan berkompetisi dalam kategori Robot Pemadam Api.

 

 

Solopos.com, SLEMAN-Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNas) mengirimkan dua timnya mengikuti Kontes Robot Indonesia (KRI) seleksi Regional III/2016. Dalam kontes tersebut, STTNas akan berkompetisi dalam kategori Robot Pemadam Api.

Koordinator Tim Robot STTNas Abdi Gaspen pada Rabu (20/4) menjelaskan, rangkaian agenda Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) sendiri dimulai pada Kamis (21/4), di Universitas Diponegoro. Sedianya robot rakitan tim STTNas akan tampil unjuk kebolehan pada Jumat (22/4). Ada dua divisi KRPAI yang diikuti oleh STTNas, KRPAI Beroda dan KRPAI Berkaki. Timnya telah melakukan persiapan sejak jauh hari, melakukan koreksi terhadap kekurangan dan kelebihan robot tim, serta mengambil banyak referensi dari tim robot yang dimiliki oleh banyak Perguruan Tinggi lainnya. Abdi berharap tim dapat memberikan prestasi optimal, bahkan hingga lolos tahapan seleksi tingkat internasional.

Regulasi yang menantang dalam KRPAI Regional III/2016 ini adalah kewajiban robot yang bukan hanya mematikan titik api yang disebar di dalam instalasi miniatur ruang ‘bangunan’, melainkan juga ‘menyelamatkan’ bayi [berwujud boneka] yang ada di dalam bangunan tersebut serta memindahkannya ke zona aman yang ditentukan.

“Itu tantangan paling susah, karena robot harus mampu menemukan bayi itu, belum lagi robot harus membawanya. Dan zona aman api tersebut sudah ditentukan oleh panitia, tidak boleh asal menentukan zona aman kita sendiri,” tutur mahasiswa Elektro STTNas angkatan 2013 itu.

Tim KRPAI Beroda terdiri dari tiga orang, dimanajeri oleh Idri. Anggotanya Gilang Fahmi Ramadha dan Budi Hartanto. Sedangkan Tim KRPAI Berkaki dimanajeri oleh Jamaludin, dengan anggota Ahmad Khoirudin dan Hakim Yuliansyah.

“Tim kompetitor terberat kami adalah tim Politeknik Elektronika Negeri Surabaya,” kata dia, di sela-sela Pelepasan Tim KRI STTNas di Auditorium Pietoyo Sukarbowo, Kampus STTNas, Babarsari.

Sedangkan Ketua STTNas Ircham menyatakan dukungan penuh kepada tim robot STTNas yang akan maju dalam KRI Regional III/2016. Selain berharap hasil terbaik, ia juga menginginkan mahasiswa menyadari bahwa KRI bukanlah sekedar kompetisi semata, melainkan sebuah proses pembelajaran membangun mental berani dan bertanding. Ia mengapresiasi adanya regulasi kompetisi yang semakin hari semakin menantang bagi peserta, karena justru akan menjadi ladang ilmu bagi mahasiswa, untuk terus memperbarui kapasitas dan pengetahuan di bidang teknologi.

“Dengan mengikuti kontes ini tentunya mereka juga membangun sebuah jaringan silaturahmi, yang memberikan dampak positif setelah lulus kelak,” tutur dia.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…