Naked Language di satu saluran televisi di Spanyol (Mirror.co.uk] Naked Language di satu saluran televisi di Spanyol (Mirror.co.uk]
Kamis, 21 April 2016 09:30 WIB Evi Handayani/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

KISAH UNIK
Astaga, Guru di Kursus Bahasa Inggris Ini Tak Pakai Baju Saat Ngajar

Kisah unik kali ini datang dari Spanyol.

Solopos.com, MADRID — Pelbagai metode pembelajaran dilakukan oleh guru untuk bisa memahamkan para siswa tentang materi pembelajarannya. Tapi apa jadinya jika ada guru yang mengajar tanpa mengenakan sehelai kain pun? Akankah metode tersebut efektif memotivasi minat belajar siswa?

Dikutip Solopos.com dari Mirror, Rabu (20/4/2016), satu channel televisi di Spanyol menayangkan program kursus bahasa Inggris online, berjudul Naked Language.

Selain tayang di channel televisi di Spanyol, cuplikan kursus bahasa Inggris bermetode pengajaran “tak berbusana” ini juga muncul di laman Youtube, dengan judul Stripping News. Dalam rekaman video itu, muncul seorang wanita yang seolah-olah menjadi presenter, menyiarkan berita tanpa mengenakan pakaian.

Program Naked Language ini disebut sebagai metode pembelajaran bahasa Inggris yang lebih baik daripada metode pengajaran tradisional.

Pada rekaman video kursus bahasa “tanpa busana” itu, tertera tulisan “Program ini memiliki perbedaan dengan yang diajarkan oleh guru yang benar-benar mengena. Selain itu, tentu saja program ini menjanjikan konten teoritis yang akan ditampilkan dengan cara sederhana dan menyenangkan melalui video seksi beserta konten lainnya.”

Program pembelajaran bahasa Inggris ini juga menjanjikan sertifikat kursus yang diakui secara internasional. Metode pembelajaran “tak berbusana” ini memang sedang populer di kalangan presenter sepak bola Venezuela. Hal itu kali pertama dimunculkan pihak penanyangan program sport, ketika tim sepak bola dari daerah mereka tersingkir dari Copa America.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…