Seorang pedagang Pasar Bendungan kembali berjualan di depan kiosnya yang terbakar pada Selasa (19/4) kemarin. Sejumlah anggota kepolisian tampak sedang membersihkan puing-puing bangunan pasar sejak Rabu (20/4/2016) pagi. (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja) Seorang pedagang Pasar Bendungan kembali berjualan di depan kiosnya yang terbakar pada Selasa (19/4) kemarin. Sejumlah anggota kepolisian tampak sedang membersihkan puing-puing bangunan pasar sejak Rabu (20/4/2016) pagi. (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 21 April 2016 11:20 WIB Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

KEBAKARAN KULONPROGO
Dimana Lokasi Alternatif Pasar Darurat di Pinggir Jalan

Kebakaran Kulonprogo terjadi di Pasar Bendungan.

Solopos.com, KULONPROGO-Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PerindagESDM) Kabupaten Kulonprogo, Niken Probo Laras mengatakan, perencanaan dan konsep relokasi sementara ditargetkan siap dalam tiga atau empat hari ke depan. Dia mengungkapkan, ada beberapa alternatif lokasi pasar darurat yang diupayakan tidak terlalu jauh dari Pasar Bendungan sesuai harapan para pedagang.

Niken juga mengatakan, terdapat kemungkinan relokasi tersebar dalam beberapa titik. Hal itu karena jumlah pedagang yang terdampak kebakaran sangat banyak, yaitu lebih dari 300 orang.

“Perizinan segera diurus. Jika menempati tanah kas desa, ijin ke pemerintah desa, sementara jika pakai tanah PAG dimintakan izin ke Puro Pakulaman,” ucap Niken.

Pembangunan dan renovasi Pasar Bendungan diperkirakan memakan waktu lebih dari setahun. Pemerintah bakal berusaha menyiapkan pasar darurat yang tidah hanya terbuat dari tenda, melainkan bangunan semi permanen demi kenyaman pedagang maupun pembeli. Pedagang juga akan ditata berdasarkan komoditas dagangan masing-masing agar pasar darurat tidak semrawut. Meski demikian, Niken menegaskan jika semua itu masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut.

Sementara itu, Kapolres Kulonprogo, AKBP Nanang Djunaedi mengatakan, dugaan sementara penyebab kebakaran Pasar Bendungan adalah korsleting listrik. Meski demikian, dia masih menunggu hasil pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara oleh tim dari laboratorium forensik Semarang dan tim Inafis Polda DIY. Masih ada kemungkinan jika penyebab kebakaran bukanlah korsleting listrik. Namun, kepastiannya baru bisa diketahui setidaknya dalam sepekan mendatang.

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS Account Executive, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…