Foto ilustrasi (Antarafoto)
Kamis, 21 April 2016 13:20 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

KASUS NARKOBA
330 Relawan Siap Perangi Peredaran Narkoba di Gunungkidul

Kasus narkoba Gunungkidul diantisipasi dengan menetapkan 330 relawan

Solopos.com, GUNUNGKIDUL – Aksi damai pencegahan bahaya penyalahgunaan narkoba dilakukan oleh puluhan Satuan Tugas (Satgas) anti narkoba Gunungkidul di Bundaran Siyono, Rabu (20/4/2014). Hingga saat ini, jumlah kader anti narkoba yang dimiliki mencapai 330 orang.

Harapannya kegiatan itu mampu menarik simpatik publik agar mau ikut berpartisipasi dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Guna mengefektifkan sosialisasi, setiap relawan membawa spanduk tentang ancaman bahaya narkoba dan membagikan sejumlah stiker kepada pengendara yang melintas.

Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan, potensi penyebaran narkoba sangat tinggi. Perkembangan wisata yang berkembang dengan pesat menjadi salah satu pintu masuk dalam upaya peredaran barang haram itu.

“Kita harus mewaspadainya karena seiring dengan perkembangan wisata praktik jual beli narkoba jadi semakin besar,” kata Immawan, di sela kegiatan, Rabu (20/4/2016).

Dia menjelaskan, untuk saat ini secara riil ancaman yang ada masih bisa dicegah. Namun hal itu harus terus ditingkatkan karena semakin hari ancaman tersebut semakin besar. guna pencegahan, pemkab akan terus berkoordinasi dengan petugas kepolisian. Namun upaya ini juga harus diimbangi dengan adanya partisipasi dari masyarakat.

“Kita sangat berharap adanya kader-kader anti narkoba bisa menyosialisasikan ke masyarakat tentang bahaya barang haram itu,” kata Wakil Bupati Gunungkidul.

Sementara itu, Koordinasi Aksi Pencegahan Bahaya Narkoba, Agus Mantara mengatakan, hingga saat ini BNK sudah memiliki 330 kader. Setiap kader sudah dibekali pemahaman dan pengetahuan  tentang obat-obatan terlarang.

“Pengetahuan ini menjadi senjata untuk pencegahan. Caranya mereka harus menyosialisasikan tentang bahaya narkoba ke masyarakat secara luas,” kata Agus.

Untuk mewujudkan Gunungkidul bebas narkoba, Agus menginginkan seluruh kader untuk bisa menarik masyarakat agar mau ikut terlibat dalam upaya pemberantasan. Harapannya setiap kader bisa menarik minimal sepuluh orang relawan baru dari kalangan pemuda. “Saya yakin jika upaya ini bisa dilakukan, maka upaya pencegahan bisa lebih mudah lagi,” ungkapnya.

Kolom

GAGASAN
Tantangan Guru pada Era Digital

Gagasan ini dipublikasikan Harian Solopos edisi Sabtu (25/11/2017). Esai ini karya Novy Eko Permono, alumnus Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah novyekop@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Krisis multidimensional yang dihadapi bangsa Indonesia semakin pelik mana kala arus…