PROSES KASUS BLBI Ilustrasi (Dok/JIBI/Bisnis Indonesia)
Kamis, 21 April 2016 22:20 WIB Adib Muttaqin Asfar/JIBI Hukum Share :

KASUS BLBI
Samadikun Hartono Sampai di Jakarta, Segera Dijebloskan ke Tahanan

Kasus BLBI masih menyisakan sejumlah buron. Samadikun Hartono kini sudah dipulangkan dan sampai di Jakarta.

Solopos.com, JAKARTA — Buron kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono akhirnya tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis (21/4/2016) malam, setelah diterbangkan dari China sejak sore. Begitu sampai di Halim, Samadikun langsung dibawa ke sebuah ruangan di bandara itu.

Ditayangkan live oleh TV One, pada pukul 21.50 WIB, Samadikun dibawa keluar oleh tim yang mengawalnya masuk ke sebuah ruangan. Samadikun keluar dari pesawat mengenakan sweater abu-abu dan garis-garis hitam. Dia didampingi Kepala BIN, Sutiyoso, dan Jaksa Agung Prasetyo yang hadir di Bandara Halim Perdanakusuma.

Kedatangan buron yang telah kabur selama 13 tahun ini lebih cepat dari yang dijadwalkan karena semula diperkirakan baru sampai Halim tengah malam. Rencananya, dia akan langsung dijebloskan ke tahanan.

“Kalau ga ada perubahan di salemba,” kata Prasetyo. Sebelumnya, Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan buron Samadikun Hartono akan dipulangkan ke Tanah Air pada tengah malam ini, Kamis (21/4/2016).

“Insya Allah tengah malam akan datang di Bandara Halim [Perdanakusuma] kiriman barang dari Shanghai. Buron yang sudah lama, [Samadikun Hartono],” ujarnya dalam rapat kerja bersama komisi III DPR di Kompleks Senayan, Kamis (21/4/2016).

Samadikun merupakan buronan Indonesia terkait kasus BLBI 2003 silam. Jaksa Agung menuturkan bahwa selama ini paman dari Charles Honoris, politisi PDIP, ini ternyata memiliki sejumlah bisnis di Vietnam dan China.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Samadikun dikabarkan tertangkap di China pada Sabtu (16/4/2016). Penangkapan tersebut, menurut Jaksa Agung, dilakukan oleh tim pemburu koruptor dan Badan Intelijen Negara (BIN).

lowongan kerja
Harian Umum SOLOPOS Account Executive Toko Solopos, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Vaksinasi dan Herd Immunity

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (16/12/2017). Esai ini karya Riris Andono Ahmad, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Heboh outbreak penyakit difteri dan rendahnya cakupan imunisasi karena penolakan kelompok anti vaksin menimbulkan keresahan…