Jaksa Agung H.M. Prasetyo (kedua kanan) bersama Wakil Jaksa Agung Andhi Nirwanto (kedua kiri) dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta (19/1/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Yudhi Mahatma)
Kamis, 21 April 2016 16:00 WIB Dewi A Zuhriyah/JIBI/Bisnis Internasional Share :

KASUS BLBI
Ada Barter Samadikun Hartono dengan Tahanan Uighur? Ini Jawaban Jaksa Agung

Kasus BLBI diwarnai kaburnya beberapa nama ke China, termasuk Samadikun Hartono. Kabarnya, ada China minta barter dengan tahanan Uighur.

Solopos.com, JAKARTA — Pemulangan buron kasus BLBI Samadikun Hartono ke Indonesia yang dijadwalkan tiba tengah malam ini diwarnai isu ada “barter” dengan China. Jaksa Agung HM Prasetyo menegaskan tidak ada aksi saling culik dengan pemerintah China dalam proses pemulangan Samadikun.

Samadikun Hartono merupakan Komisaris Utama PT Bank Modern yang terlibat kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) pada 2003 kemudian melarikan diri ke China. Paman dari politikus PDIP Charles Honoris itu lantas tertangkap pada Sabtu (16/4/2016) lalu saat hendak menonton GP Shanghai.

Dalam proses pemulanganya ke Tanah Air, Jaksa Agung menuturkan bahwa tidak aksi “barter” dengan pemerintah China. “Pemerintah China sempat ingin menyampaikan deal dengan adanya barter dengan warga negara China yang ada di Indonesia dari suku Uigur. Tapi itu masalah yang berbeda,” kata Prasetyo, Kamis (21/4/2016).

Sebelumnya, Polri menangkap warga negara asing dalam operasi di Sulawesi Tengah yang akhirnya diketahui merupakan etnis Uighur, suku yang mendiami Provinsi Xinjiang, China barat. “Kita mengejar buron, warga negara Indonesia yang melakukan kejahatan di Indonesia, hanya saja kita temukan di China. Sementara kalau Uigur, dia warga negara China dan melakukan kejahatan di Indonesia. berbeda pendekatannya dan akhirnya mereka bisa memahami itu,” jelas HM Prasetyo dalam rapat kerja bersama Komisi III, Kamis.

Jaksa Agung menuturkan nanti malam Samadikun yang ditangkap oleh tim pemburu koruptor dan BIN akan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma.

“Nanti malam di Bandara Halim, ada kiriman barang dari Bang Yos dari Shanghai sana, buron yang sudah lama kita kejar dari 2003, divonis dan sudah inkrah ternyata yang bersangkutan melarikan diri, dan yang bersangkutan konon memiliki usaha baru di China dan Vietnam. Ini satu bukti bahwa kami selama ini tidak diam atau membiarkan buron itu bebas di luar negeri. Kami selalu berupaya keras untuk menemukan mereka,” tandasnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…