Mitsubishi Ek Wagon. (Carscoops.com) Mitsubishi Ek Wagon. (Carscoops.com)
Kamis, 21 April 2016 23:10 WIB Himawan Ulul/JIBI/Solopos.com Roda 4 Share :

INDUSTRI OTOMOTIF
Mitsubishi Minta Maaf Karena Klaim Keiritan BBM

Industri otomotif Jepang dihebohkan dengan skandal Mitsubishi.

Solopos.com, TOKYO – Industri otomotif Mitsubishi Motor Corporation meminta maaf kepada konsumen dan mengumumkan segera menghentikan produksi mobil di Jepang yakni Mitsubishi Ek Wagon dan Ek Space.

Mitsubishi ketahuan berbohong terkait klaim keiritan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) pada mobilnya yang dijual di Jepang. Kebohongan itu diketahui kali pertama oleh Nissan Motor.

Seperti dilansir laman Autoevolution, Kamis (21/4/2016), Mitsubishi kedapatan memanipulasi data uji efisiensi BBM pada dua mobil mungil jenis kei car besutannya, yakni Mitsubishi Ek Wagon dan Ek Space.

Parahnya lagi, kecurangan itu juga dilakukan Mitsubishi pada model mobil yang mereka produksi khusus untuk Nissan, yakni Nissan Dayz dan Dayz Roox. Jadi secara keseluruhan ada empat mobil yang dicurangi Mitsubishi, totalnya mencapai 625.000 unit.

Mitsubishi mengaku telah melakukan serangkaian tes dan mengklaim empat mobil bermesin 657 cc itu memiliki rasio konsumsi BBM satu liter banding 30 km. Tetapi ketika Nissan melakukan pengujian sendiri, didapati hasilnya tujuh persen lebih boros.

”Ini jelas kesalahan dan pemalsuan yang disengaja. Ini dilakukan untuk membuat jarak tempuh mobil terlihat lebih baik. Saya sangat menyayangkan ini terjadi, namun alasan mengapa tim kami melakukan penipuan hingga kini masih belum jelas,” ungkap  Tetsuro Aikawa selaku Presiden Mitsubishi.

Atas kejadian tersebut Mitsubishi mengaku meminta maaf kepada konsumen dan mengumumkan segera menghentikan produksi mobil yang terlibat. Sementara Nissan, mereka mengaku tengah menyusun daftar ganti rugi yang harus dibayar Mitsubishi.

Penipuan data teknis mobil bukan kali ini saja terjadi di industri otomotif. Sebelumnya kejadian serupa dilakukan oleh Volkswagen (VW). Tetapi yang dicurangi pabrikan asal Jerman itu bukan tingkat konsumsi BBM, melainkan kadar emisi.

 

lowogan pekerjaan
Supervisor Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…