Pemuda pemudi menggelar aksi kampanye menyosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba di Simpang Lima Nyi Ageng Serang, Wates, Kulonprogo, Kamis (21/4/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja) Pemuda pemudi menggelar aksi kampanye menyosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba di Simpang Lima Nyi Ageng Serang, Wates, Kulonprogo, Kamis (21/4/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 21 April 2016 21:55 WIB Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

HARI KARTINI
Pemuda di Kulonprogo Peringati Hari Kartini dengan Kampanye Antinarkoba

Hari Kartini tidak selalu diperingati dengan berpakaian kebaya

Solopos.com, KULONPROGO –Sekitar 90 anak muda memperingati Hari Kartini dengan mengampanyekan bahaya narkoba di Simpang Lima Nyi Ageng Serang, Wates, Kulonprogo, Kamis (21/4/2014).

Mereka berorasi dan menampilkan aneka poster imbauan mengenai upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) kepada para pengguna jalan.

Sosialisasi narkoba melalui media poster dikemas dengan memanfaatkan momen Hari Kartini. Hal itu bisa dilihat dari pilihan kalimat persuasif pada hampir semua poster. Mereka menuliskan Kartini : Habis Gelap Terbitlah Terang. Narkoba : Habis Terang Terbitlah Gelap pada salah satu poster.

Ada pula poster yang berisi pesan Kartini Pahlawanku, Narkoba Penjajahku. “Jadwal kegiatan kami ini kebetulan memang bertepatan dengan tanggal 21 April yang diperingati sebagai Hari Kartini,” kata Yanu Ariyanto, ketua panitia kampanye anti narkoba.

Yanu memaparkan, kegiatan mereka hari itu adalah kelanjutan dari materi yang didapat selama mengikuti training of trainer (TOT) P4GN oleh Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY di Youth Center, Sleman, pada Maret lalu. Setiap peserta wajib merangkul minimal 10 orang di sekitarnya untuk ikut menjadi agen P4GN. Semakin banyak agen, implementasi gerakan P4GN dianggap akan lebih efektif.

“Kami kemudian bersama-sama menggelar aksi kampanye anti narkoba bersama perwakilan anak muda seluruh Kulonprogo,” ucap Yanu.

Menurut Yanu, Kulonprogo semakin rawan dengan kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Dia menyatakan prihatin dengan banyaknya kalangan pelajar yang sudah mengenal miras dan rokok. Dia berpendapat, kedua hal itu bisa menjadi pintu gerbang menuju jerat narkoba, seperti mengonsumsi ganja, sabu, dan jenis lainnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…